Kamis, 08 Oktober 2009

MEMBERIKAN SANGGAHAN PENDAPAT 0910 KELAS XII IPA 7

Memberikan tanggapan, sanggahan, saran, kritik, dan usul merupakan segmentasi pragmatik keterampilan berbicara dalam berbahasa, meski dimensi pokok tertentu memiliki aspek yang berbeda. Namun, di sisi spesifikasi, aspek keterampiulan tersebut amat berguna dan memberikan pelatihan bagi pembelajar dan mengasah dan melatih kerangka berpikir demi kemajuannya yang akan berm,anfaat di kemudian hari. Menyikapi secara kritis suatu pendapat atau opini, bahkan mungkin informasi yang didengar, dilihat, dan dibaca dalam era informasi seperti sekarang, adalah langkah cerdas dan bijak dalam menyikapi suatu informasi.

Adalah keteledoran bila kita langsung menerima suatu informasi dari siapa pun tanpa memiliki pemikiran berjarak kritis lantas menentukan langkah berikutnya, diterima atau tidak, berapa persen diterima atau ditolak, segmen mana yang biusa diterima dan bagian mana yang ditolak, dan seterusnya. Kejelian dan klecerdikan seperti amat diperlukan, terutama bagi kalian yang fase berikutnya harus memasukli komunitas ilmiah akademis. Oleh sebab itu, gunakan media ini sebagai sarana berlatih sebagaimana ditentukan oleh guru. Silakan berlatih!

WACANA

1. Jangan Salahkan Qory Sandrioriva, Dia Hanyalah Korban….
Oleh madi.hakim - 12 Oktober 2009

Banyak orang yang menyalahkan Qory Sandrioriva saat dia melepas busana muslimahnya demi meraih gelar Putri Indonesia 2009. Bagi saya, Qory, juga orangtuanya yang kabarnya berdzikir saat Qory menang, mereka hanyalah korban. Ya, mereka hanyalah beberapa dari begitu banyak korban budaya kapitalis-konsumeris-materialis di negara kita. Maaf kalau bahasanya terlalu bombastis, tapi akan saya coba urai satu demi satu, sebatas kemampuan saya tentunya.

Qory menjadi korban budaya kapitalis, karena dia sampai rela mengorbankan ajaran agama yang luhur sifatnya, dan menukarnya dengan sesuatu yang bersifat materi. Dan kontes-kontesan itu sendiri adalah juga tradisi kapitalis, yang lebih mengedepankan fisik dan logika, dan mengesampingkan moral dan etika. Qory menjadi korban budaya konsumeris, karena untuk meraih gelarnya itu, tentu dia harus keluar banyak uang, dimana uang tersebut tentu akan lebih bemanfaat jika digunakan untuk hal-hal lain yang bermanfaat. Qory juga menjadi korban budaya materialis, karena dengan menjadi Putri Indonesia, banyak peluang baru akan muncul, dan dipastikan akan menguntungkan dari segi materi. Seperti menjadi bintang iklan, sinetron, ataupun bintang film. Maaf, yang terakhir ini, jujur saya tidak tahu motivasi Qory yang sebenarnya, tapi saya yakin 99% motivasinya bersifat materi.

Tetapi bagi saya, apa yang ada di benak Qory dan keluaganya, juga ada di benak sebagian besar bangsa kita. Bukankah sebagian besar kita, tanpa kita sadari, adalah juga korban dari budaya kapitalis-konsumeris-materialis tadi? Bukankah sebagian besar kita, lebih suka memilih profesi artis, penyanyi, bitang film, ketimbang guru, peneliti, dan berbagai profesi mulia lainnya? Maka mereka yang mati-matian berusaha menjadi artis, atau sok-sok-an ngartis, adalah korban.

Anda yang membela Qory, ataupun cuek terhadap sikap Qory, sadarkah anda, bahwa anda juga sudah menjadi korban? Bukankah budaya sekuler, permisif, dan cuek, elo-elo/gue-gue, adalah bawaan dari kapitalisme? Yang penting kan dia sudah dewasa secara umur, sudah dianggap bisa mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Yang penting kan dia tidak mengganggu saya, dan saya sama sekali tidak dirugikan atas apa yang dilakukan Qory. Barangkali itu yang ada di benak anda. Tetapi, akan tetap diamkah anda, jika anak anda, atau keluarga anda, atau kerabat anda, mencontoh apa yang Qory lakukan?

Dalam skala yang lebih luas lagi, akan banyak sekali korban-korban kapitalis-konsumeris materialis. Mereka yang menganggap kemenangan Qory sebagai anugerah, kemudian berdzikir, atau mengucap hamdalah, atau malah sujud syukur, mereka adalah korban, karena kapitalis menjauhkan orang dari agama, sehingga pemahaman baik dan buruk menjadi kabur. Juga mereka yang mendukung sepenuhnya kedatangan Miyabi ke Indonesia adalah korban, karena orangtua Miyabi sendiri malu terhadap perilaku Miyabi, bahkan mengusirnya saat Miyabi ingin ketemu keduanya. Bukankah dalam sebuah masyarakat yang beradab, ridho dan restu orangtua adalah yang utama? Bukankah dengan mengundang orangtua Miyabi ke Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung, kita telah menambah sakit hati kedua orangtuanya?

Mereka yang mengaku muslimah, namun tidak mau berbusana muslimah, atau berbusana muslimah namun ketat, sehingga (maaf) dada dan pantat masih terlihat menonjol, mereka juga adalah korban. Karena sebuah masyarakat yang beradab, nilai-nilai moral dan agama begitu dijunjung tinggi. Dan Islam jelas-jelas memerintahkan wanita untuk menutup auratnya. Bukankah salah satu arti Islam adalah tunduk, patuh terhadap segala aturan-Nya? Masalah suka-tidak suka, cocok-tidak cocok, itu relatif sifatnya, bergantung logika, dan logika manusia sangat terbatas kemampuannya.
Maka Bacalah, Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan.

2. Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi
Oleh wijaya kusumah - 14 Oktober 2009

Di setiap tengah atau akhir semester, biasanya para guru diminta untuk membuat soal-soal ulangan tengah semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal-soal yang dibuat tentu harus mengacu kepada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah dibuat oleh guru mata pelajaran dalam perangkat pembelajaran.

Membuat soal-soal evaluasi yang digunakan sebagai instrument punguji (tes) kemampuan siswa tidaklah mudah. Diperlukan analisis butir soal yang tingkat validitasnya tidak diragukan, sehingga komposisi soal mudah, sedang dan sukar menyebar secara proporsional sesuai dengan materi pelajaran yang diujikan. Soal itu akan dapat menyeleksi secara alamiah, mana siswa yang cerdas, dan mana siswa yang kurang cerdas. Sehingga hasil belajar siswa dapt dibuktikan secara ilmiah.

Sebagai seorang guru, tentu saya dituntut untuk membuat sebuah soal yang mampu mengisi kompetensi siswa. Guru harus pandai membuat soal evaluasi.Oleh karena itu, keterampilan pembuatan soal-soal harus dikuasai guru. Guru pun harus kreatif dalam membuat soal-soal baru. Bila guru TIK terampil dan kreatif dalam pembuatan soal-soal, maka guru akan kesulitan membuat soal yang berbobot dan benar-benar mampu menguji kemampuan siswa. Akan terlihat siswa yang pandai dan siswa yang lemah dari pengujian soal-soal itu. Guru pun akan segera melakukan tindakan untuk siswa yang lemah itu.

Adanya pembuatan soal dengan sistem multiple chois atau pilihan ganda (PG) sekarang ini membuat guru termudahkan dalam pengoreksiannya. Apalagi bila didukung dengan peralatan canggih berupa scanner pemeriksa soal, maka para guru dapat dengan cepat mengetahui soal-soal mana yang sulit, sedang, dan mudah dari analisis butir soal yang telah diproses secara cepat oleh mesin scanner. Di sinilah terbukti kehebatan teknologi.

Kehebatan teknologi tentu membawa dampak positif dan negatif. Adanya scanner pemeriksa soal membawa dampak positif, dimana lebih cepatnya guru mengetahui hasil pekerjaan siswa. Namun, di sisi lain ada dampak negatif yang harus kita renungkan bersama. Guru menjadi malas dalam membuat soal-soal essay atau uraian sehingga bentuk soal yang dibuat hanya berbentuk soal pilihan ganda (PG) saja. Jarang kita temui di persekolahan kita, para guru memberikan soal essay pada saat UTS dan UAS. Kurangnya soal essay yang dibuat, membuat kemampuan menulis dan bernalar siswa kurang teruji dengan baik.

Guru harus pandai membuat soal evaluasi. Dari sinilah guru akan mendapatkan umpan balik atau feedback dari apa yang telah disampaikannya kepada para peserta didiknya. Guru harus benar-benar teliti dalam pembuatan instrumen evaluasi. Bila tidak, alat ukur atau pemberian nilai dari guru menjadi tidak baik.

Saya pernah bertanya kepada para anak didik saya. Lebih mudah mana, soal PG atau soal Essay? Lantas para siswa pun menjawab dengan lantangnya bahwa lebih mudah soal PG daripada soal essay. Ketika saya tanyakan kenapa soal PG lebih disenangi oleh anak-anak sekarang ini, mereka mengungkapkan alasannya. Soal essay lebih sulit pengerjaannya, sedangkan soal PG lebih mudah dalam pengerjaannya. Bila dalam soal PG anak-anak tak bisa menjawab, maka mereka tinggal hitung kancing saja, dan berharap jawaban yang dipilih benar. Sedangkan bila soalnya berbentuk essay, anak-anak yang tidak bisa menjawab akan mengalami kesulitan dalam menuliskan apa yang harus dituliskannya. Mereka bingung jawaban apa yang harus dituliskan.

Sebenarnya, mutu pendidikan kita akan terlihat dari para guru dalam membuat soal-soal evaluasi itu. Guru harus mampu merencanakan, melaksanakan proses, dan mengevaluasi pembelajarannya. Semakin baik para guru membuat soa-soal evaluasi, maka semakin baik pulalah kualitas pembelajaran dari mata pelajaran yang diampunya. Oleh karena itu, para guru di sekolah seyogyanya telah mampu membuat soal-soal evaluasi pembelajaran dengan baik, dan memasukkan soal-soal terbaiknya dalam bank soal. Semakin banyak soal dibuat, semakin banyak pula para siswa berlatih dalam menjawab soal-soal. Namun, jangan pula dilupakan soal essay atau soal uraian masih diperlukan untuk mengatasi dan menguji kemampuan bernalar siswa dalam bentuk tertulis. Dengan menulis itu akan terlihat kecerdasan siswa dalam menganalis permasalahan.
Percayalah, anda akan merasakannya setelah anda melakukannya!

Salam blogger persahabatan

3. 100 tahun yang akan datang !
Oleh Chappy Hakim - 14 Oktober 2009

Kemajuan teknologi bergerak sangat cepat dan sangat merubah dunia. Kita mengenal terminologi “globalisasi” yang bermakna bahwa kehidupan manusia saat ini tengah berproses menjadi kehidupan yang men “dunia”. Salah satu indikasi yang sangat mudah untuk dilihat adalah dengan mencermati bentuk mobil. Pada gambar disini kita dapat melihat produk mobil keluaran tahun 1909 dan satunya lagi adalah mobil buatan tahun 2009. Ini adalah visualisasi dari kemajuan teknologi “mobil” dalam rentang waktu 100 tahun.

Apa saja yang dapat dicermati pada kemajuan yang 100 tahun umurnya itu. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.

Di tahun 1909, usia harapan hidup manusia adalah “hanya” 47 tahun.
Hanya 14 % saja rumah yang dilengkapi dengan “bathtub”
Hanya 8 % saja rumah yang dilengkapi dengan telepon.

Di dunia hanya terdapat 8000 mobil saja, dan hanya terdapat jalan raya yang bagus sepanjang 290 km. Maksimum kecepatan mobil di kota biasanya hanya dibatasi 18 Km per jam.

Bangunan yang tertinggi di dunia adalah “Eiffel Tower” di Paris.
Yang juga cukup menarik adalah 95 % kelahiran bayi ternyata berlangsung di rumah masing-masing.

Ternyata juga 90% dari tenaga medis yang tersedia adalah mereka yang tidak pernah duduk di lembaga pendidikan kesehatan.

Lima penyebab utama kematian adalah : Pneumonia dan Flu, TBC, Diarrhea, Penyakit Jantung dan Stroke.

Penduduk di Las Vegas, kota judi tersohor itu ternyata hanya 30 orang saja.
Dua dari sepuluh orang dewasa ternyata adalah buta huruf. Yang cukup mengejutkan adalah, ternyata Marijuana, Heroin dan Morphine banyak dijual bebas di toko-toko obat dan dipromosikan sebagai obat yang ampuh untuk penyakit perut dan sebagai pencegah banyak penyakit.

Tentu saja data-data ini diambil dari sampel di Amerika Serikat, yang katanya dapat mewakili sebagian besar negara maju didunia saat tahun 1009 tersebut.
Nah, bagaimana dan apa yang akan terjadi di dunia ini pada 100 tahun yang akan datang ? Katanya lho, maka nanti pada tahun 2109, usia harapan hidup akan kembali lagi ke angka 47 tahun, karena akan berkurangnya air di muka bumi ini sebagai akibat dari rusaknya “lingkungan” yang kini prosesnya tengah berlangsung.
Wallahualam !

4. Atur-atur Sajalah
Oleh doddypoerbo - 15 Oktober 2009

Jika kita menggunakan jalan Tol Merak-Jakarta, ada rambu2 lalulintas yang yang menjelaskan kecepatan maximum dan minimum sepanjang jalan itu. Rambunya sangat jelas terbaca, tapi saya tidak pernah dengar ada yang ditilang karena melanggar batas kecepatan itu, juga memang tidak bisa memacu kendaraan terlalu kencang karena padatnya pengguna jalan tol ruas Kebun jeruk Karawaci, melewati ruas tersebut menuju merak tidak bisa terlalu kencang karena aspal yang keriting. Demikian juga jika kita melewati jalan tol dalam kota Jakarta, sering kita harus berjalan merayap karena macet, rambu lalu lintas kecepatan minimun sudah tidak berlaku karena situasi. Rambu2 lalu lintas akhirnya menjadi pajangan saja, penerapan peraturan yang setengah hati karena kadang dapat diterapkan, kadang tidak, tergantung situasinya.

Tetapi jika kita melewati komplek militer, biasa kita temui rambu lalu lintas kecepatan maximum, tidak ada cap Dishub, kalau ini peraturan yang harus diikuti secara tegas, jangan coba2 melanggar. Sebaliknya kalau di Amerika, melewati instalasi militer kita akan jumpai rambu lalu lintas kecepatan minimum, jangan coba2 berkendaraan santai dibawah kecepatan minimum, juga akan mendapat tindakan tegas seperti di Indonesia. Kalau di Amerika, berjalan dibawah kecepatan minimum akan dicurigai sebagai teroris, sebaliknya di Indonesia tidak boleh berjalan cepat, harus pelan2, kalau ini saya tidak tahu alasanya.

Sepanjang jalan juga banyak kita jumpai baleho iklan rokok, dibagian atas yang lebar tergambar iklan rokok, dibawahnya tertulis peringatan pemerintah…merokok dapat membayakan kesehatan dst……. Lucu ya…. peraturan pasang iklan harus seperti itu, peraturan yang setengah hati.

Masih mengenai baleho iklan, kalau kita masuk jalan tol ruas Kebon jeruk kearah karawaci, dapat kita jumpai iklan perumahan….10 menit anda menuju perumahan anu……begitu dihitung rasionya dengan kecepatan kendaraan, iklan itu tidak salah kalau kita mengendari mobil dalam kecepatan 140 km/jam. Lha kalau seperti ini rambu lalu lintas yang maximum kecepatan yang diperbolehkan adalah 90 Km/jam, apa gunanya rambu lalu lintas itu dipasang kalau tidak untuk ditaati ?

Inilah gambaran yang antara lain kita temui sehari-hari dijalanan, peraturan yang diterapkan hanya menjadi slogan, bukan hanya karena memang secara sengaja tidak diaati tetapi juga disebabkan karena peraturanya yang tidak cocok dengan situasinya.
Demikian juga dalam dunia usaha, aturan yang tidak jelas menjadi kendala tersendiri, aturan yang tidak jelas tersebut sering menjadi alat untuk menekan pengusaha. Dalam membangun sebuah usaha, tentunya membutuhkan modal, modal bukan berarti uang saja, peluang juga merupakan modal usaha. Peluang yang sudah dibuka, yang pada dasarnya akan membantu negeri ini dalam memberikan lapangan kerja bagi rakyatnya, sering terkendala pada masalah perizinan yang panjang dan tidak jelas biayanya.

Starting usaha yang sulit dan berbelit, banyak pengusaha yang malas untuk mengembangkan usahanya karena tidak tahan harus pusing terus menerus. Kelebihan dana yang dimilikinya lebih senang didepositokan ke Bank. Jika demikian, maka dunia usaha Indonesia akan lambat perkembangannya. Dilain sisi, kondisi ini dapat dianggap menguntungkan kebijakan moneter pemerintah yang salah satunya dalam pengendalian uang yang beredar untuk menjaga kestabilan nilai mata uang rupiah.

Menguatnya nilai rupiah dapat diartikan keberhasilan pemerintah dalam menjaga kstabilan ekonominya, sebaliknya penguatan nilai rupiah akan pula memukul para pengusaha produk pertanian dan perkebunan yang terbukti tahan terhadap pengaruh krisis moneter yang lalu. Penguatan nilai rupiah berarti akan menurunkan nilai export produk sektor ini jika tidak menaikkan harga pasar luar negeri.

Industri dalam negeri yang masih tertatih karena imbas situasi yang lalu, pengetatan keuangan yang menghambat sektor riel, pada akhirnya akan pula berimbas pada kemampuan daya beli masyarakat. Dalam jangka panjang, kebijakan pengetatan ini justru akan menyebabkan pemerintah berjalan sendiri yang akan mendorong exploitasi besar2an kekayaan bumi Indonesia karena akan menjadi sumber utama pemerintah.
Sulitnya menciptakan lapangan kerja, sulitnya berhitung karena aturan yang tidak jelas, atau sengaja tidak dijelaskan, adalah problem kronis dalam dunia usaha Indonesia. Suatu saat kita akan menjadi seorang tertuduh, kita akan menjadi seorang yang telah berbuat pidana karena kita lengah memperhatikan peraturan yang cepat berubah. Seorang yang akan menjadi terpidana karena dia seorang pengusaha, karena dia memperoleh keuntungan, karena dia mempunyai kemapanan.

Dari jalanan, kita semua dapat menjumpai aturan yang tidak jelas, kemanapun kita pergi akan menjumpai hal sama, tapi kita masih bisa berharap menjadi lebih baik karena masih ada NKRI. Membangun usaha ditengah ketidak pastian membuat kita lebih tegar, membuat kita lebih pintar dalam menyiasati peraturan agar orang2 yang menggantungkan nafkahnya pada usaha kita dapat tetap makan walaupun harus mengencangkan ikat pinggang. Pada akhirnya, agar kita dapat survive dalam situasi saat ini, atur2 sajalah ucapan yang sering keluar dari mulut kita, atur2 sajalah agar kita tidak ambruk.

5. Mereka yang disebut kaum intelektual

Bahasan kali ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya yang kami beri judul ‘ada berapakah agama yang benar’. Kita telah sampai kepada pertanyaan ketiga yaitu apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan?

Misalnya agama yang benar telah memerintahkan untuk berbuat baik kepada semua manusia, mendukung hak-hak orang yang tertindas, menengahi perselisihan, memerangi para pemeras dan penindas, menolong orang-orang yang bernasib malang, membantu orang-orang miskin, menegakkan keadilan dan memberikan pendidikan sebagaimana tugas kenabian pada setiap zamannya. Lalu kita bertanya apakah mereka yang melakukan tugas-tugas kenabian tersebut akan diberi pahala atau tidak?

Dengan kata lain apakah keimanan kepada satu agama yang benar adalah sebagai prasyarat untuk memperoleh pahala disisi Tuhan? Disini kita akan menemukan dua jalan pikiran yang paling berpengaruh. Pertama adalah logika perdamaian mutlak (Absolute Conciliation) yang dibawakan oleh kaum intelektual, dan yang kedua adalah logika manifestasi murka Tuhan yang melebihi kasih sayang-Nya yang dibawakan oleh orang-orang sholeh yang kaku.

Mereka yang disebut kaum intelektual ini mengajukan argumennya dengan berbagai macam bukti, baik bukti rasional maupun bukti yang ditemukan didalam kitab suci Al-quran
Mereka mengatakan bahwa semua perbuatan baik sebagaimana yang disebutkan diatas itu pastilah akan mendapat pahala dari Tuhan dengan alasan :

Pertama, Allah memiliki hubungan yang sama terhadap semua wujud yang ada, Allah tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan siapapun. Allah tidak rasis, Dia ada dibarat dan juga ada ditimur, Ada diatas dan juga ada dibawah, Allah ada dimasa sekarang, masa lalu dan masa yang akan datang. Bagi Allah sama saja semuanya, Dia meliputi segala sesuatu, dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Allah tidak memiliki ikatan keluarga dan hubungan khusus dengan siapapun dan dari bangsa manapun, tidak dengan orang barat, timur, utara, selatan atau yang lainnya. Oleh karena itu tidak masuk akal kalau Tuhan memilih-milih siapa yang akan dimurkainya dan siapa yang akan dikasihinya dengan mengabaikan amal perbuatan manusia dari golongan tertentu dan menerima amal perbuatan dari kelompok yang lain.
Karena hubunga Allah dengan semua manusia adalah sama saja, maka tidak mungkin dan tidak masuk akal kalau Allah menerima perbuatan baik dari satu orang dan tidak dari orang yang lain. Jika perbuatan baiknya sama maka seyogyanya diterima dengan cara yang sama pula berdasarkan perinsip keadilan Illahi.

Kedua, Kebaikan dan keburukan itu hakikatnya ada pada perbuatan tersebut. Misalnya kejujuran, berkata-kata sopan, menegakkan keadilan dan lain-lain disebut baik karena pada hakikatnya pekerjaan tersebut adalah baik. Demikian juga keburukan, seperti mencuri, berbohong, korupsi dan lain-lain disebut buruk karena hakikat perbuatan tersebut memang sudah buruk dari sononya (innate).

Jujur, sopan, menegakkan keadilan disebut baik bukanlah karena Allah memerintahkan untuk mengerjakannya. Demikian juga mencuri, rampok, korupsi disebut buruk bukanlah karena Allah telah melarangnya.

Dengan memperhatikan alasan kedua ini maka tidak alasan bagi Tuhan untuk menolak amalan baik dari seseorang dan menolaknya dari orang yang lain.

64 komentar:

Angeline Irawan mengatakan...

Wacana 1
Menurut saya Qory Sandrioriva memang tidak patut disalahkan karena dia melepas busana muslimnya demi meraih gelar Putri Indonesia 2009 . Tetapi Qory juga tidak dapat disebut sebagai korban kapitalis-konsumeris-materialis seperti yang anda katakan , hal itu dikarenakan Qory mengikuti ajang pemilihan Putri Indonesia 2009 ini dengan kondisi sadar , berniat , bahkan dia berusaha untuk memenangkan ajang tersebut . Belum lagi orang tua Qory yang sudah jelas-jelas menyetujui dan memberi dukungan sepenuhnya kepada anaknya . Dengan kondisi konkret seperti itu , Qory tidak layak disebut sebagai korban karena yang saya tahu sejauh ini , korban adalah seseorang yang dipaksa untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya . Dan hal itu sangatlah berkebalikan dengan Qory .
Mengenai pendapat anda bahwa 99% Qory memiliki motivasi yang bersifat materi dalam ajang ini , memang saya mengaku setuju , namun hal itu menurut saya tidak ada salahnya , setiap orang bahkan saya dan juga anda pastinya membutuhkan sifat materialis , karena dalam kehidupan duniawi seperti ini sangat membutuhkan hal-hal bersifat materi seperti itu , di mana di setiap jalan kehidupan semuanya selalu berkaitan dengan materi seperti fakta yang sering terjadi dalam kehidupan bahwa dalam memenuhi kebutuhan memerlukan uang , menjunjung tinggi pendidikan memerlukan uang , semua hal membutuhkan uang . Jadi , siapa orang yang tidak tergiur dengan fasilitas yang di berikan untuk pemenang Putri Indonesia layaknya Qori sekarang ? Saya yakin 100% bahwa semua orang pasti menginginkan hal itu , jadi wajar saja kalau motivasi Qory yang bersifat materialis tersebut .
Untuk tindakan Qory yang melepas busana muslimnya , saya rasa itu tidak ada salahnya . Memang aturan Islam mengajarkan wanita harus menutup auratnya , namun dengan melepas busana muslim itu bukan berarti Qory menentang ajaran agamanya dengan mempertontonkan auratnya di depan khalayak! Karena di sana dia bukan bermotivasi materialis, namun dia juga ingin membawa nama baik bangsa di depan khalayak dunia di ajang Miss Universe 2010 kelak. Lagi pula Qory juga sudah meminta izin kepada Gubenur NAD lewat menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Selain itu, tindakan Qory yang melepas busana muslimnya itu bukan berarti Qory akan melupakan ajaran agamanya. Saya yakin dia akan tetap menghormati dan menjalankan ajaran agama Islam itu. Bahkan hal itu sudah dapat terlihat bahwa Qory dan keluarganya berdzikir dan bersyukur atas kemenangan Qory sebagai Putri Indonesia 2009 kepada Alloh SWT.
Dan menurut saya, hal itu tidak jauh beda pahalanya dengan wanita muslim yang telah mengabdikan dirinya untuk mengenakan busana muslim. Bahkan di kehidupan ini banyak wanita muslim yang berpenampilan dengan busana muslimnya. Namun, sikap dan tindakan mereka tidak mendukung. Mereka ada yang berbicara kotor, berpacaran secara bebas, merokok dan sebagainya dengan mengenakan busana muslim yang dipandang suci dengan tidak tahu malunya. Jadi, lebih baik Qory yang terang-terangan membuka busana muslimnya dengan alasan yang jelas dan tetap menerapkan ajaran agama Islam di dalam kehidupannya.

Angeline Irawan mengatakan...

Wacana 2
Setiap guru memang harus pandai dalam membuat soal-soal ujian secara profesional dengan meratakan jumlah soal yang mudah , sedang, atau sukar. Karena hal itu dapat melihat sebagaimana besarnya kemampuan siswa terhadap mata pelajaran yang diujikan.
Dan di antara soal-soal ujian tersebut, memiliki dua jenis tipe soal yaitu pilihan ganda dan essay. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pada zaman ini guru lebih banyak memberikan soal pilihan ganda daripada soal essay, meskipun begitu bukan berarti dengan jarangnya kita bertemu soal essay di UTS dan UAS akan mengurangi penalaran kita dalam memecahkan soal. Menurut saya, soal pilihan ganda juga memiiki tingkat kesulitan yang relatif sama dengan soal-soal essay yang mengharuskan siswanya untuk menuliskan jawabannya secara panjang lebar di LKS ( Lembar Kerja Siswa ), karena saya sebagai siswa sangat menyadari bukanlah mudah mempelajari pelajaran untuk ulangan dengan jenis soal pilihan ganda, meski soal pilihan ganda itu terlihat mudah dan sering kali dianggap remeh, tetapi faktanya untuk mampu menjawab soal secara sempurna pun kita mesti mempelajari pelajaran tersebut dan otomati tidak sedikit siswa dapat menebak soal essay mana yang akan diujikan, akan lebih mudah untuk di jawab dan dipikirkan.
Selain itu, kreatifitas guru sekarang dalam membuat soal khususnya soal pilihan ganda dalam memberikan pilihan-pilihan yang hampir sama dan membuat siswa butuh berpikir dan menjalankan logikanya untuk memilih pilihan yang tepat. Jadi, saya sangat menentang bahwa banyak soal pilihan ganda yang ditemui siswa akan mengurangi kemampuan menulis dan bernalar siswa. Dan untuk masalah mengenai soal pilihan ganda yang tidak dapat di jawab, siswa tinggal hitung kancing , hal itu tidak dapat dibenarkan. Bahkan untuk soal essay yang tidak dapat dijawab oleh siswa pun mereka dapat mengarang-ngarang jawabannya. Jadi hal tersebut tidak dapat menentukan kemudahan soal bagi siswa tersebut, karena semuaya akan dilihat kembali dari siswa-siswi itu sendiri apakah berniat untuk belajar atau tidak.
Jadi intinya, saya rasa baik soal pilihan ganda, maupun soal essay sama-sama bertujuan untuk menguji kemampuan siswa-siswi di mana memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan untuk itulah ada benarnya soal pilihan ganda dan soal essay dibuat dengan saling melengkapi.

Marisa mengatakan...

NAMA : MARISA OKTAVIANI
KELAS : XII IPA 7
NO.ABSEN: 25

Sanggahan Pendapat Wacana 3 :

Saya setuju dengan wacana ini dimana suatu saat nanti bumi akan kembali mengalami keterpurukan sebab banyak manusia telah mengeksploitasi kekayaan-kekayaan bumi yang telah ada tanpa membudidayakannya lagi. Banyak manusia yang hanya ingin memanfaatkan kekayaan itu demi meningkat kehidupan ekonominya.
Menurut saya, perubahan itu terjadi tidak harus dilihat 100 tahun lagi, sebab saat inipun tanda-tanda perubahan dunia sudah mulai terjadi dimana cuaca di bumi yang sudah semakin panas. Selain itu perubahan musim setiap tahunnya tidak menentu sesuai dengan yang diperkirakan. Maka dari itu untuk menyikapi perubahan ini sebaiknya manusia mulai bergerak melestarikan bumi dan seisinya. Hal itu dapat ditempuh dengan kegiatan-kegiatan kebumian seperti diadakannya “Hari Menanam Pohon Sedunia” dimana setiap manusia menanam satu pohon tiap satu tahun sekali, maka perlahan-lahan bumi ini dapat kembali hijau. Namun berbicara memanglah mudah, tapi untuk pelaksanaannya itu banyak muncul kesulitan. Oleh karena itu perlunya kerja sama berbagai pihak baik pemerintah maupun pribadi, maka tidak menutup kemungkinan kegiatan itu dapat terlaksana. Selain itu perlunya kesadaran manusia untuk memanfaatkan kemajuan teknologi sebaik mungkin agar tidak hanya digunakan sebagai upaya globalisasi namun juga dapat digunakan sebagai upaya globalisasi.

Sanggahan Pendapat Wacana 4 :

Saya setuju dengan apa yang telah ditulis dalam wacana ini sebab memang banyak peraturan di Indonesia hanya untuk pajangan belaka yang tidak pernah diindahkan. Sayapun merasakan hal itu di saat saya berada di salah satu warnet yang disana tercantum jelas tulisan “Dilarang Merokok” lengkap dengan ilustrasi yang dicantumkan di samping tulisan, tapi apa yang saya rasakan? Asap rokok itu seakan-akan menggantikan oksigen untuk saya bernafas, apalagi di sana ruangan yang dilengkapi dengan fasilitas AC.
Menurut saya hal ini terjadi karena masyarakat yang selalu dimanjakan oleh peraturan, sebab mereka tidak pernah disalahkan akan hal yang telah mereka lakukan padahal merekapun tahu hal itu salah untuk dilakukan, tetapi dari pihak aparatpun tidak pernah peduli jadi mereka juga ikut-ikutan tidak peduli akan peraturan yang telah ada.
Maka dari itu perlu tindakan keras dari aparat untuk menanggulanginya. Di luar negeri, tepatnya Singapura dapat kita jadikan contoh untuk hal ini. Di negara ini bagi orang yang berludah sembarangan saja dapat didenda berdolar-dolar, apalagi jika mereka melanggar peraturan lain. Tak ayal pasti hukuman yang diberikan lebih berat bahkan sampai-sampai dimasukkan dalam penjara. Maka dari itu kita harus bercermin dan perlunya kesadaran masing-masing pribadi untuk menyelesaikan hal ini dan aparat yang tegas, jika mereka bersalah maka ‘wajib’ diberi sanksi sehingga peraturan di Indonesia tidak hanya untuk diatur-atur saja tapi juga dilaksanakan demi kepentingan bersama.

Harris Kristianto Makmun mengatakan...

Nama : Harris.K
No.Absen : 16
Kelas : XII IPA 7


Wacana 2

Menurut pendapat saya, memang ada benarnya apabila para guru membuat soal yang bertingkat mulai dari soal yang memiliki tinggi kesulitan yang rendah , sedang, kemudian tinggi. Hal tersebut tentu saja bertujuan untuk mengukur sejauh mana seorang murid menguasai materi yang diberikan. Namun, pada pemasalahan bentuk soal yang diberikan kepada murid, saya secara pribadi lebih menyetujui agar bentuk soal yang diberikan adalah bentuk soal essay atau uraian. Dengan bentuk soal uraian, maka siswa akan terbiasa untuk menganalisi terlebih dahulu suatu permasalahan kemudian baru menjawab dan memecahkannya. Selain itu, soal bertipe uraian juga menuntut siswa untuk menguasai materi secara baik. Pada beberapa mata pelajaran, soal-soal yang bertipe uraian lebih menguntungkan siswa terutama dari segi efisiensi waktu, seperti pada pelajaran matematika yang lebih memudahkan siswa untuk memperoleh jawabannya karena hasil akhir yang diperoleh tidak perlu disederhanakan seperti soal bertipe pilihan ganda. Pada umumnya, soal-soal bertipe pilihan ganda lebih memudahkan siswa untuk melakukan tindak curang ketika proses ujian berlangsung karena jawabannya hanya berupa huruf-huruf yang tentu saja lebih praktis bila dibandingkan dengan jawaban soal uraian yang memerlukan penjabaran yang panjang.

Wacana 3

Seperti yang dikatakan pada awal wacana bahwa perkembangan tekonologi pada saat ini sangat cepat, hal tersebut tentu saja berdampak pada keadaan bumi 100 tahun yang akan datang dimana keadaan bumi akan dikuasai oleh mesin-mesin yang akan semakin memudahkan pekerjaan manusia. Oleh karena itu, sangat tidak mugkin keadaan bumi 100 tahun yang akan datang sama seperti keadaan bumi 100 tahun yang lalu. Dengan semakin berkembangnya teknologi maka semakin berkembang pula ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, oleh karena itu tentu saja manusia telah memikirkan alternatif sumber air lain selain yang ada di bumi. Selain itu, dengan teknologi yang semakin berkembang, manusia sudah pasti menerapkan teknologi tersebut untuk melestarikan lingkungan seperti yang sudah dilakukan oleh negara-negara maju seperti penggunaan mesin hybrid yang ramah lingkungan, pelestarian lingkunga sekitar dengan menanam pohon, mengolah sampah-sampah yang ada di muka bumi untuk di daur ulang, dan masih banyak usaha lain yang dapat dilakukan manusia untuk melestarikan bumi ini.

Nabila Khairunisah Arinafril mengatakan...

Wacana 4 : Atur-atur Sajalah

Untuk menanggapi pernyataan penulis pada wacana di atas, saya setuju akan pendapat yang disampaikannya mengenai adanya banyaknya peraturan yang dikeluarkan, namun minimnya kontribusi masyrakat dalam menegakkan peraturan-peraturan tersebut, yang beralaskan pada kesadaran masyarakat itu sendiri, maupun akibat kondisi dan situasi lingkungan tersebut.
Kita sering menjumpai banyaknya peraturan yang diciptakan. Sebagai contoh, apabila kita masuk ke dalam sebuah rumah makan, sering kita temui adanya papan yang bertuliskan “Dilarang Merokok!”. Jelas-jelas di sana telah dicantumkan bahwa area tersebut adalah area bebas rokok. Akan tetapi, apa yang terjadi di negeri ini? Buktinya masih banyak sekali masyarakat yang tidak mengindahkan peraturan tersebut. Mereka tidak peduli dengan khalayak sekitar yang sedang menyantap makanannya, mereka tidak memiliki kesadaran unutk menghargai orang lain. Namun apakah pemilik rumah makan tersebut akan menegur mereka yang melanggar peraturan di sana? Tentu masih sangat jarang kita temui. Mereka takut pelanggan mereka tersinggung dan tak akan kembali ke rumah makan tersebut dan beralih ke tempat lain, sehingga mereka akan rugi.
Masih sangat sering kita temui di jalan-jalan, banyak pengguna kendaraan bermotor yang melaju dengan kecepatan tinggi, yang tidak mengenakan helm, yang tidak mengenakan sabuk pengaman, yang tidak memiliki SIM, dan lain-lain. Polisi di negeri kita ini, menggunakan kondisi ini untuk mencari nafkah baginya tersendiri. Dengan ancaman bahwa kendaraannya tersebut akan ditilang, sebenarnya aparat kepolisian ini mengharapkan agar pengguna kendaraan yang menjadi “mangsa”nya itu akan mengeluarkan uang sebagai “timbal balik”. Polisi mendapatkan uang ekstra untuk dimasukkan ke kantungnya dan pengendara tersebut tetap melaju dengan perasaan lega.
Bagaimana negara ini dapat maju jikalau peraturan-peraturan kecil saja pun masih tidak ditaati seperti ini? Para koruptor masih saja berkeliaran, hukumannya yang didapatkankannya pun tidak sepadan. Kaum menengah ke bawah yang melakukan pencurian, bias jadi dihukum lebih berat daripada mereka yang korupsi. Apakah ini adil?
Memang, untuk menciptakan suatu peraturan yang tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan masyarakat amatlah susah. Kesadaran dari masing-masing individu sangat dibutuhkan. Kedisiplinan juga merupakan kunci utama, bukan hanya dari masyarakatnya saja, namun juga dari pihak yang membuat peraturan tersebut. Benar apa yang dikatakan si penulis, “Atur-atur sajalah”.

Wacana 5 : Mereka yang disebut Kaum Intelektual

Wacana di atas membahas mengenai apakah Tuhan hanya mau menerima amalan-amalan yang diperbuat oleh mereka yang mengikuti agama yang benar, sedangkan mereka yang dianggap mengikuti agama yang tidak benar maka amalan itu pun hanya menjadi impian belaka. Tentunya, saya sependapat dengan penulis wacana tersebut yang mengatakan bahwa Tuhan selalu mau menerima amal perbuatan umatnya dalam bentuk maupun kondisi apapun.
Kita mengenal bermacam agama di dunia ini. Semua agama memiliki inti ajaran yang sama, yaitu untuk berbuat kebaikan dan kebajikan agar memperoleh amal dan kehidupan yang damai. Kita menyadari bahwa Tuhan itu Maha Adil, Maha Bijakasana, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan pahala kepada mereka yang berbuat kebaikan dan kebajikan, tak peduli sekecil apapun hal yang dilakukan orang tersebut. Tuhan tidak memandang apakah ia yang melakukan perbuatan terpuji itu berkedudukan tinggi atau berkedudukan rendah, Tuhan tidak memandang apakah orang yang melakukan kebajikan itu orang kaya atau miskin, apakah orang itu menganut agama yang benar atau tidak.
Tuhan melihat seluruh umat ciptaannya sama, sederajat dan setara. Dikarenakan hubungan Tuhan itu sama terhadap seluruh umatnya, maka jelaslah pula bahwa Tuhan pasti akan selalu menerima amalan baik umatnya dan mencatat keburukannya, tanpa membeda-bedakan yang satu dengan yang lainnya sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh para kaum intelektual.

Eugenia Jeniffer J. mengatakan...

Nama : Eugenia Jeniffer J.
Kelas : XII IPA 7
No. Absen : 11

2. Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi

Setelah membaca uraian pada pernyataan kedua tersebut, saya setuju dengan pernyataan tersebut. Memang benar bahwa kecanggihan teknologi sekarang telah banyak membuat manusia semakin malas. Salah satu dampaknya adalah pada tipe soal-soal yang diberikan oleh guru. Kebanyakan guru hanya memberi soal bertipe pilihan ganda, dengan alasan mudah saat proses pengoreksian jawaban sehingga hasilnya dapat dengan cepat diketahui. Namun, dengan hanya memberikan soal yang bertipe pilihan ganda, guru tidak bisa mengetahui secara pasti kemampuan siswa pada materi yang disampaikan secara keseluruhan. Selain itu, benar seperti hal yang tertera pada pernyataan di atas bahwa soal yang berbentuk pilihan ganda tidak bisa menilai bagaimana kemampuan penalaran siswa.
Sehingga, sebaiknya saat ulangan guru tidak hanya memberikan soal dengan tipe pilihan ganda saja. Tetapi juga diberikan soal-soal essay. Dengan memberikan soal berbentuk essay, guru bisa menilai bagaimana kemampuan siswa dalam bidang penalaran. Melalui soal berbentuk essay, murid bisa dilatih untuk menganalisa soal sehingga kemampuan siswa dalam penalaran menjadi semakin baik. Saat menjawab soal essay, siswa juga membutuhkan pengetahuan yang luas tentang materi tersebut, ia harus benar-benar memahaminya. Sedangkan pada soal pilihan ganda, bisa saja murid hanya menghafal tipe-tipe soal yang sering muncul pada ulangan. Sehingga murid belum tentu memahami materi tersebut dengan baik. Selain itu, dalam membuat soal guru juga seharusnya memberikan soal dengan tipe mudah, sedang, dan sulit secara merata. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa.


3. 100 tahun yang akan datang

Saya setuju dengan wacana tersebut. Teknologi terasa begitu cepat mengalami perkembangan. Selama jangka waktu 100 tahun, banyak sekali perubahan-perubahan yang muncul. Jika kita pikirkan,tidak perlu kita mengingat 100 tahun yang lalu. Mungkin dalam waktu 10 tahun saja sudah ada banyak hal yang berubah, apalagi dalam 100 tahun.
Perkembangan-perkembangan teknologi itu menghasilkan dampak yang positif dan negatif. Dampak positif yang paling kita rasakan adalah kemudahan dalam melakukan sesuatu. Sedangkan dampak negatifnya adalah semakin rusaknya bumi ini, semakin banyak polusi udara. Jika keadaan ini terus-menerus dibiarkan, mungkin saja hal yang tertera pada wacana tersebut benar yaitu pada 100 tahun yang akan datang akan terjadi keterpurukan pada usia harapan hidup. Untuk mencegah hal itu, alangkah baiknya jika kita memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki keadaan di bumi ini. Bukan hanya untuk terus-menerus merusaknya saja.

endika mengatakan...

Nama : Endika Hady Pratama
No.Absen : 08

Wacana 1
Kita sudah mengetahui bahwa bangsa Indonesia menganut budaya timur yang mengutamakan nilai agama dan moral bagi kehidupan rakyatnya. Tapi nyatanya semua itu hanya teori belaka, sekarang banyak dari kita tidak lagi mengutamakan nilai tersebut. Di zaman sekarang ini, baik pria maupun wanita selalu berperilaku sembarang dan bisa dikatakan tidak sesuai dengan akal sehat kita. Saya tidak setuju atas pernyataan yang ada di wacana di atas yang menyalahkan Qory Sandrioriva, Putri Indonesia 2009, yang rela melepas busana muslimahnya demi meraih gelar Putri Indonesia 2009. Dengan melepas busana muslimahnya bukan berarti dia telah menentang ataupun tidak memperdulikan agamanya. Dia hanya mengikuti aturan yang ada demi menjadi Putri Indonesia 2009. Secara tidak langsung, Qory hanya menjadi korban budaya kapitalis, konsumeris, dan materialis. Apa yang dilakukan Qory bukan semata-mata untuk kepentingannya sendiri, tetapi demi mengharumkan nama orangtuanya, keluarganya, dan untuk mengharumkan nama baik Indonesia di kanca internasional. Sebelum kita menyalahkan atau menuduh orang lain, kita harus menilai diri kita sendiri terlebih dahulu agar tidak terjadi pemasalahan dan kesalahpahaman yang lebih lanjut.

Wacana 2
Setiap guru harus bisa membuat soal-soal evaluasi untuk mengetahui batas kemampuan anak didiknya atas materi yang telah diajarkannya. Sebagai pelajar, saya beranggapan bahwa sebaiknya guru membuat soal sesuai dengan kemampuan siswanya, baik dalam bentuk pilihan ganda ataupun dalam bentuk essay. Menurut saya lebih baik guru membuat soal dalam bentuk essay, sebab essay bisa membuat siswa pusing dalam menjawab. Dalam essay, kita hanya fokus pada satu jawaban, tidak seperti pada soal pilhan ganda yang harus memikirkan banyak pilihan yang ada agar mendapatkan satu jawaban. Sebenarnya mutu pendidikan kita bukan tergantung dari soal-soal evaluasi dari guru saja, melaikan bagaimana cara kita menjawab soal tersebut. Kita juga harus banyak belajar agar bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan baik.

Asiannovic mengatakan...

NAMA: ASIAN SIHOMBING
KELAS: XII.IPA.7
NO. ABSEN: 04

WACAN I
Berkaitan dengan pernyataan dalam wacana 1 menurut saya apa yang telah dilakukan oleh Qory untuk melepaskan busana muslimnya amat tidak wajar untuk diberikan kritikan pedas. Mengapa demikian? karena menurut saya tindakan pelepasan busana muslim yang telah dilakukan Qory Sandrioriva dalam meraih gelar Putri Indonesia bukan merupakan suatu tindakan kriminal dimana tidak ada peraturan tertulis di Indonesia yang mengatur serta memberikan sangsi terhadap seseorang yang berani melepas busana "Muslim" khususnya bagi kaum wanita. Disamping itu tindakan melepas busana muslim tersebut merupakan suatu pilihan bagi Qory artinya itu sudah merupakan " Hak " tersendiri bagi Qory untuk menentukan apakah akan menggunakan ataupun melepaskan busana muslim yang tidak bisa ditentukan oleh orang lain, dan juga Qory sendiri telah meminta izin kepada PEMPROV NAD sebelum ia memutuskan untuk melepaskan busana muslimnya. Lagi pula wanita asal Aceh tersebut tidak (maaf) bertelanjang dada tanpa berbusana saat mengikuti ajang pemilihan " Putri Indonesia 2009 ".Hal itu dapat dikatakan sebagai tindakan yang " Sah " selagi ia tidak melakukan tindakan yang tidak-senono di muka umum. berkaitan dengan motivasi materialis Qory untuk mengikuti ajang pemilihan putri Indonesia, menurut saya hal itu juga menjadi motivasi bagi kandidat Putri Indonesia lainnya da merupakan hal yang lumrah karena dalam meraih impiannya tersebut ia tidak melakukan pelanggaran hukum baik pelanggaran berat maupun pelanggaran ringan, jadi hal itu dapat diterima dengan baik. Selain itu,ia pantas mendapatkan gelar tersebut jika kita melihat pengorbanan dan perjuangan Qory yang gigih. Jadi menurut saya kita tidak bisa menghakimi seseorang ysng tidak berbusana muslim sebagai orang yang tidak bermoral dan tidak beragama. Sehubungan dengan kontroversi kedatangan Miyabi ke tanah air, menurut saya hal itu bukan merupakan permasalahan yang besar, permasalahan sesungguhnya adalah sikap bangsa Indonesia sendiri yang terlalu " munafik " dan " Sok Suci " yang tidak bercermin akan dirinya sendiri. Lagi pula kedatangan aktris " Panas " asal Jepang ini bukan dimaksudkan untuk pembuatan film porno, melainkan film yang bergenre komedi. Selain itu, Indonesia sendiri memiliki badan yang mengatur layak atau tidak layaknya sebuah film layar lebar untuk disiarkan di bioskop tertentu yaitu Lembaga Sensor Indonesia sehingga tidak memungkinkan adanya tayangan film porno yang disiarkan di layar lebar. Lagi pula kedatangan Miyabi ke Indonesia merupakan pertanda bahwa dunia perfilman Indonesia telah dianggap baik oleh negara lain , bayangkan artis Jepang saja bersedia bermain dalam suatu film yang diciptakan oleh bangsa Indnesia. Jadi kita telah membuang kesempatan serta merusak citra perfilman Indonesia sendiri dengan tindakan penolakan ini. Jadi ada baiknya kita membuka diri terhadap bangsa lain.

Asiannovic mengatakan...

WACANA 2
Menurut saya para guru memang harus pandai membuat soal-soal evaluasi yang terstruktur dari soal yang dianggap mudah, sedang, lalu sulit yang disebarkan secara merata sehingga dapat mengetahui kemampuan masing-masing siswa secara akurat. selain itu, kepandaian seorang guru dalam membuat soal-soal evaluasi ini secara tidak langsung dapat memperlihatkan apakah seorang guru tersebut memiliki kualitas dan kemampuan yang baik atau tidak memiliki kualitas dan kemampuan sebagai guru. Namun ada baiknya semua soal-soal evaluasi yang dibuat oleh guru yang bersangkutan dan diberikan kepada siswa-siswi untuk segera dikerjakkan merupakan soal-soal yang sesuai dengan materi yang sudah dipelajari, dalam artian guru bidang studi terkait telah memberikan penjelasan secara terperinci tentang materi yang sedang diujikan sehingga nilai yang telah dicapai oleh masing-masing murid mencerminkan kemampuan murid itu sendiri. Sering ditemukan bahwa adanya soal evaluasi yang belum dipelajari atau belum mendapat penjelasan dari guru terkait diujikan dalam ujian Semester ataupun ujian harian, hal ini sangat membingungkan dan memberatkan siswa-siswi dalam mengerjakan soal-soal evaluasi itu sendiri, oleh karena itu tidak sedikit siswa-siswi yang memilih untuk belajar di luar sekolah atau mengikuti " Bimbingan Belajar " di tempat-tempat tertentu yang diyakini oleh para siswa dapat memperjelas materi pelajaran bidang studi secara terperinci. Maka bisa kita bayangkan bahwa nilai yang dicapai oleh siswa-siswi tidak dapat diukur dalam kata lain masih kabur dan belum jelas. berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam mengoreksi lembar jawaban siswa, menurut saya hal itu dapat diterima baik karena hal itu dapat mempermudah dan mempercepat dalam memeriksa jawaban masing-masing siswa khususnya lembar jawab Pilihan berganda. Banyak guru mengatakan bahwa Soal Pilihan Berganda tidak memperlihatkan kemampuan siswa secara akurat karena soal tersebut tidak memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, namun faktanya dalam menjawab soal pilihan berganda siswa harus menggunakan penalaran tertentu dan beberapa pertimbangan terkait substansi materi yang diujikan. Jadi soal pilihan berganda juga tentu dapat menentukan atau memperlihatkan kemampuan siswa-siswi. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan adanya soal " Essay " dalam ujian baik semster maupun harian.

Siu Lie mengatakan...

Nama : Siu Lie
Kelas : XII IPA 7
No. abs : 38

Wacana 1
Menurut saya Qory tidak sepantasnya juga disalahkan ataupun dianggap salah karena, itu semua yang dilakukan hanya merupakan tuntutan dari diadakannya Putri Indonesia tersebut.
Dia juga tidak bisa dikatakan sebagai korban karena yang dilakukan hanyalah wujud ekspresi untuk mengembangkan bakatnya. Lagipula manusia hidup tidak hanya untuk soal agama. dengan melepas jilbab bukan berarti dia termasuk korban materialis, maupun kapitalis,juga bukan berarti dia tidak lagi peduli terhadap agamanya.
Qory hanya mencoba untuk memberi peluang dan kesempatan bagi dirinya sendiri. dan itu merupakan salah satu cara dirinya agar dapat bertahan hidup di dunia ini. Muslimah atau tidaknya seseorang tidak harus dilihat dari cara berpakaian muslimah saja.meskipun mereka berpakian muslimah belum tentu juga hati mereka baik.
lagipula setiap orang bebas untuk menentukan mau berpakaian apa asal tidak terlalu terbuka. kalaupun seseorang muslimah tidak berjilbab itu bukan berarti mereka tidak menghormati agamanya melainkan hanya membuka diri dalam masyarakat. lagipula masih banyak agama lain yang ada jadi kalau misalnya semua agama Islam berpakaian jilbab maka akan terjadi kesenjangan sosial antar agama.
Karena akan terjadi perbedaan, yaitu ini Islam, Budha ataupun agama lain . jadi dapat saya simpulkan bahwa saya tidak setuju dengan wacana tersebut, karena manusia berhak melakukan sesuatu dengan bebas bahkan melepas jilbab sekalipun. asalkan tidak terlalu terbuka dan mereka dapat hidup sesuai dengan ajaran agamanya. dan mereka tidak berarti korban materialis- kapitalis karena mereka hanya melaksanakan tuntutan pekerjaan. dalam hidup ini masih banyak hal lain yang harus diperhatikan selain agama.


wacana 5
Saya setuju dengan wacana tersebut karena menurut yang saya dengar Allah itu Maha adil. dari kata-kata saya simpulkan bahwa allah pasti menerima setiap perbuatan baik seseorang tidak peduli berapa banyakpun dosa yang telah dilakukan orang itu.
Meskipun oarang tersebut tidak mengikuti agama tapi bukan berarti mereka tidak bisa melakukan perbuatan baik dan bukan berarti Allah tidak akan menerima amal baiknya. Setiap agama memiliki aturan dan kepercayaannya sendiri. mereka juga memiliki Tuhan mereka sendiri tapi sesungguhny setiap agama itu sama yaitu mempunyai satu tujuan untuk tetap hormat kepada Tuhan dan berbuat baik kepada orang lain.
karena itu dapat disimpulkan inti dari setiap agama hanya satu yaitu Allah. dan Allah pasti akan menerima perbuatan baik seseorang tak peduli orang itu beragama apapun. Dalam wacana ini, kaum intelektual pasti bermaksud untuk menyampaikan keadilan Allah terhadap semua orang dalam agama yang berbeda. Tapi apapun perbuatan yang dilakukan pasti ada balasannya tersendiri.
Allah itu menciptakan manusia secitra dengan dirinya menurut berbagai agama, karena itu Allah tidak akan membeda-bedakan seseorang berdasarkan amal ataupun kesalahan yang diperbuat.
karena itulah saya setuju dengan wacana diatas dan jelaslah bahwa Allah lah yang paling adil untuk kita semua.

Willy Yanto Putra mengatakan...

wacana 1
Menurut saya, tak ada alasan untuk menyalahkan Qory atau menyebut Qory sebagai korban kapitalisasi, karena pada jaman sekarang jika anda lebih memihak agama ketimbang hal material. Apakah anda bisa hidup berkecukupan? Saya rasa tidak sama sekali, kehendak agama itu banyak yang menentang kegiatan-kegiatan di dunia realita saat ini. Selain itu Qory mengikuti ajang Miss Indonesia tidak hanya keinginan dia sendiri dan keegoisannya sendiri, dia juga mendapat dukungan dari kedua orang tua dan pemerintah, dan demi membanggakan nama Indonesia di ajang Miss Universe 2010 yang akan datang.
Masalah orang tua Qory yang berdzikir kepada orang lain, itu tidak salah. Hasil material yang mereka dapatkan tidak dari usaha yang haram sepert berjudi, berzinah, dll. Jadi tidak bisa dijadikan alasan untuk mendukung pernyataan yang menyatakan bahwa Qory itu salah atau korban kapitalisasi.

wacana 5
Wacana ini membicarakan tentang apakah Tuhan akan menerima pahala dari orang-orang yangberibadah dengan benar dan menjalankan perbuatan yang baik saja? Tentu tidak. Tuhan tidak pilih kasih, walaupun orang itu tidak beribadah dengan baik, tetapi perbuatan atau perlakuan dia di dunia ini baik, dia mencari nafkah dengan usaha yang keras dan halal. Lalu hasilnya dia berikan kepada orang-orang yang kurang sebagai wujud perbuatan amal, itu tidak dikatakan salah. Bahkan Tuhan akan tetap menerima pahalanya. Buat apa kalau orang yang beribadah dengan rajin, tiap hari berdoa, tiap minggu ke tempat ibadah. Tetapi perbuatannya tidak benar? Atau pekerjaannya berupa pekerjaan haram?
Dalam semua agama Tuhan itu Maha adil, Tuhan tidak memandang orang-orang dari berbagai bangsa dan suku. Tuhan menciptakan manusia itu sederajat dan setara satu dengan yang lain, sehingga semua amal dan perbuatan baik yang di lakukan orang itu akan diterima oleh Tuhan, asalkan di landaskan dengan keikhlasan dari dalam hati.

yulianti mengatakan...

Nama : Yulianti
Kelas : XII IPA 7
Nomor : 45

Wacana 1

Saya kurang setuju dengan pendapat Madi Hakim yang menyatakan bahwa Qory adalah korban dari budaya kapitalis-konsumeris-materialis. Karena menurut saya ia bukanlah korban dari budaya kapitalis-konsumeris-materialis, tetapi ia hanya berusaha mengembangkan dirinya dengan mengikuti ajang pemilihan “Puteri Indonesia”. Dan kalaupun ia menang sebagai Puteri Indonesia 2009 sehingga ia harus meninggalkan busana muslimah yang ia gunakan, itu bukan berarti ia menjauhkan diri dari agama. Ia melakukannya karena ia ingin melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Puteri Indonesia. Ia juga harus professional dalam menghadapi resiko yang ada dengan terpilihnya ia sebagai Puteri Indonesia.
Bukankah setiap orang perlu mengembangkan diri? Tentu saja setiap orang ingin mengembangkan diri. Menurut saya, meninggalkan busana muslimah bukan berarti ia menjauh dari agama dan melalaikan kewajibannya sebagai seorang umat beragama. Memang sebagai wanita diwajibkan untuk berbusana muslimah dalam agama Islam, dan diwajibkan untuk beramal. Tetapi walaupun seseorang melepas busana muslimahnya, bukan berarti ia tidak beramal, dan bukan berarti seseorang yang menggunakan busana muslimah melakukan banyak amal. Bisa saja dengan ia memanfaatkan statusnya yang tinggi, ia justru menjadi banyak beramal. Dan bisa saja sebagai hasil pengembangan dirinya ia menjadi orang yang soleh dan semakin taat pada perintah agama meskipun ia tidak menggunakan busana muslimah.
Jadi semuanya kembali kepada diri masing-masing. Busana muslimah tidak menjamin seseorang menjalankan semua kewajibannya sebagai seorang muslimah




Wacana 5

Saya kurang setuju dengan pendapat bahwa semua perbuatan baik pastilah akan mendapat pahala dari Tuhan. Seperti yang kita ketahui memang setiap ajaran agama menghendaki agar semua umatnya melakukan perbuatan baik agar bisa mendapatkan pahala. Memang benar adanya jika Tuhan tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan suku, status, kekayaan, dan sebagainya dalam memberikan pahala. Akan tetapi tidak semua perbuatan baik selalu diberi pahala oleh Allah. Jika kita melakukan suatu perbuatan baik, akan tetapi kita tidak ikhlas dalam melakukan perbuatan baik tersebut, atau kita melakukan perbuatan baik tersebut karena ingin mendapatkan suatu pujian dari orang lain, atau bahkan ada niat buruk yang tersembunyi dibalik perbuatan baik yang kita lakukan, tentunya Allah tidak akan memberikan pahala. Pahala hanya diberikan kepada orang yang melakukan perbuatan baik dengan ikhlas tanpa mengharapkan apapun dari perbuatan baik yang telah ia lakukan. Misalnya saja kita mencoba beramal dengan membagi-bagikan makanan kepada anak-anak dip anti asuhan. Jika kita lihat, tentu saja hal itu mendatangkan pahala yang besar. Akan tetapi, kita tidak tahu apakah makanan yang diberikan kepada anak-anak yatim itu layak dimakan atau tidak. Bagaimana jika ia memesan makanan yang mempunyai kualitas yang sangat rendah sehingga dapat mencelakakan anak-anak yatim tersebut? Apakah orang tersebut masih pantas mendapatkan pahala? Dan bagaimana jika orang tersebut melakukan amal karena ingin namanya dikenal di masyarakat dan ingin dipuji-puji oleh masyarakat? Apakah orang tersebut juga layak untuk mendapatkan pahala?
Jadi, pahala tidak dapat diberikan kepada orang hanya karena ia berbuat baik, tetapi juga karena ia mempunyai niat yang baik dibalik perbuatan baiknya itu dan ia melakukannnya dengan hati yang ikhlas. Tidak ada gunanya jika kita mencoba untuk mendapatkan pahala dengan berbuat baik tetapi perbuatan baik tersebut dapat merugikan orang lain atau didasarkan oleh keinginan untuk mendapatkan suatu keinginan.

yulianti mengatakan...

Nama : Yulianti
Kelas : XII IPA 7
Nomor : 45

Wacana 1

Saya kurang setuju dengan pendapat Madi Hakim yang menyatakan bahwa Qory adalah korban dari budaya kapitalis-konsumeris-materialis. Karena menurut saya ia bukanlah korban dari budaya kapitalis-konsumeris-materialis, tetapi ia hanya berusaha mengembangkan dirinya dengan mengikuti ajang pemilihan “Puteri Indonesia”. Dan kalaupun ia menang sebagai Puteri Indonesia 2009 sehingga ia harus meninggalkan busana muslimah yang ia gunakan, itu bukan berarti ia menjauhkan diri dari agama. Ia melakukannya karena ia ingin melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Puteri Indonesia. Ia juga harus professional dalam menghadapi resiko yang ada dengan terpilihnya ia sebagai Puteri Indonesia.
Bukankah setiap orang perlu mengembangkan diri? Tentu saja setiap orang ingin mengembangkan diri. Menurut saya, meninggalkan busana muslimah bukan berarti ia menjauh dari agama dan melalaikan kewajibannya sebagai seorang umat beragama. Memang sebagai wanita diwajibkan untuk berbusana muslimah dalam agama Islam, dan diwajibkan untuk beramal. Tetapi walaupun seseorang melepas busana muslimahnya, bukan berarti ia tidak beramal, dan bukan berarti seseorang yang menggunakan busana muslimah melakukan banyak amal. Bisa saja dengan ia memanfaatkan statusnya yang tinggi, ia justru menjadi banyak beramal. Dan bisa saja sebagai hasil pengembangan dirinya ia menjadi orang yang soleh dan semakin taat pada perintah agama meskipun ia tidak menggunakan busana muslimah.
Jadi semuanya kembali kepada diri masing-masing. Busana muslimah tidak menjamin seseorang menjalankan semua kewajibannya sebagai seorang muslimah




Wacana 5

Saya kurang setuju dengan pendapat bahwa semua perbuatan baik pastilah akan mendapat pahala dari Tuhan. Seperti yang kita ketahui memang setiap ajaran agama menghendaki agar semua umatnya melakukan perbuatan baik agar bisa mendapatkan pahala. Memang benar adanya jika Tuhan tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan suku, status, kekayaan, dan sebagainya dalam memberikan pahala. Akan tetapi tidak semua perbuatan baik selalu diberi pahala oleh Allah. Jika kita melakukan suatu perbuatan baik, akan tetapi kita tidak ikhlas dalam melakukan perbuatan baik tersebut, atau kita melakukan perbuatan baik tersebut karena ingin mendapatkan suatu pujian dari orang lain, atau bahkan ada niat buruk yang tersembunyi dibalik perbuatan baik yang kita lakukan, tentunya Allah tidak akan memberikan pahala. Pahala hanya diberikan kepada orang yang melakukan perbuatan baik dengan ikhlas tanpa mengharapkan apapun dari perbuatan baik yang telah ia lakukan. Misalnya saja kita mencoba beramal dengan membagi-bagikan makanan kepada anak-anak dip anti asuhan. Jika kita lihat, tentu saja hal itu mendatangkan pahala yang besar. Akan tetapi, kita tidak tahu apakah makanan yang diberikan kepada anak-anak yatim itu layak dimakan atau tidak. Bagaimana jika ia memesan makanan yang mempunyai kualitas yang sangat rendah sehingga dapat mencelakakan anak-anak yatim tersebut? Apakah orang tersebut masih pantas mendapatkan pahala? Dan bagaimana jika orang tersebut melakukan amal karena ingin namanya dikenal di masyarakat dan ingin dipuji-puji oleh masyarakat? Apakah orang tersebut juga layak untuk mendapatkan pahala?
Jadi, pahala tidak dapat diberikan kepada orang hanya karena ia berbuat baik, tetapi juga karena ia mempunyai niat yang baik dibalik perbuatan baiknya itu dan ia melakukannnya dengan hati yang ikhlas. Tidak ada gunanya jika kita mencoba untuk mendapatkan pahala dengan berbuat baik tetapi perbuatan baik tersebut dapat merugikan orang lain atau didasarkan oleh keinginan untuk mendapatkan suatu keinginan.

Meilinda mengatakan...

Nama : Meilinda
Absen : 29

WACANA 4
Dalam menanggapi masalah ini, banyak sekali kemungkinan-kemungkinan akan penyebab masalah ini. Tapi pada dasarnya saya setuju dengan pernyataan dari wacana ini.
Banyak sekali peraturan-peraturan di Indonesia yang dibuat tanpa alasannya. Mungkin alasan pembentukan aturan ini adalah untuk menciptakan keadilan dan ketentraman bagi masyarakat dan semua orang yang juga mentaatinya. Hanya saja, tidak semua orang dapat menerima hal ini. Akibatnya peraturan-perarturan itu menjadi tidak efektif dan efisisen. Kebanyakan orang juga pasti akan mempertanyakan tujuan utama dari pembentukan peraturan-peraturan ini. Banyak kejanggalan-kejanggalan yang akan muncul nantinya.
Dari contoh-contoh wacana di atas, peraturan-peraturan yang disebutkan hanyalah beberapa contoh. Tapi jika dilihat pada sisi lainnya, kita dapat menemukan banyak sekali peraturan di Indonesia yang dibuat tapi tak diindahkan, hanya dianggap sebagai pajangan. Jika hal ini terus berlanjut bagaimana Indonesia bisa maju. Seharusnya peraturan ini dibentuk sesuai dengan kondisi dan keadaan di Indonesia beserta alasan lebih lanjut.
Maka dari itu, diharapkan jika pemerintah dapat menindak lanjuti keadaan ini. Baik dari segi pihak berwajib tapi juga kembali kepada individu masing-masing. Sehingga timbul hubungan timbal balik antara peraturan yang telah dibuat dan orang yang mentaati peraturan, jadi hasilnya tidak sia-sia. Maka dari itu lebih baik kita hidup di dalam aturan-aturan yang benar dan pada batasnya.

WACANA 5

Dari wacana di atas dapat ditarik banyak kesimpulan-kesimpulan tentang kemurahan Tuhan. Saya pun setuju dengan pernyataan-pernyataan di atas.
Tuhan memang hanya satu dan sama untuk setiap manusia, agama, suku dan sebagainya. Walaupun kita berbuat dosa, di mata Tuhan kita semua sama. Setiap tindakan yang kita lakukan memiliki hasil-hasil yang berbeda-beda. Allah tidak memiliki ikatan keluarga dan hubungan khusus dengan siapapun dan dari bangsa manapun, tidak dengan orang barat, timur, utara, selatan atau yang lainnya. Maka dari itu, tidak masuk akal kalau Tuhan memilih siapa yang akan dimurkainya,
Setip tindakan yang kita lakukan yang pada dasarnya bertujuan baik, tentu akan berbuah baik juga, seperti menolong teman, menegakan keadilan pada dasarnya memang perbuatan baik. Begitu juga sebaliknya perbuatan jahat. Jadi pada dasarnya Allah tidak akan pernah menolak umatnya. Jadi, mengenai pahala, pahala tidak dapat diberikan kepada orang hanya karena ia berbuat baik, tetapi juga karena seseorang memiliki niat dalam melakukan perbutan itu, serta rasa tulus dan ikhlas. Tidak ada gunanya jika kita mencoba untuk mendapatkan pahala dengan berbuat baik tetapi perbuatan baik tersebut dapat merugikan orang lain atau hanya didasarkan oleh keinginan dan nafsu untuk mendapatkan suatu harapan kita. Allah selalu dapat menilai semua tindakan kita.
Maka dari itu, kita sebagai umat diharapkan selalu setia kepada Allah dan selalu kuat akan imannya kepada Allah karena Allah selalu beserta kita tanpa membeda-bedakan kita.

susi susanti mengatakan...

Nama:Susi Susanti
No.Absen:39

Wacana 1
Menurut saya,Qory Sandrioriva memang tidak bisa juga disalahkan membuka aurat karena Qory terhimpit keadaan di mana ia mengemban suatu kepercayaan dalam mengikuti ajang perlombaan sebagai Putri Indonesia 2009 yang mengharuskan wanita,khususnya Qory untuk membuka jilbab yang selalu dikenakannya itu.Qory bukanlah korban karena orang itu dinilai baik,taat beragama,soleha belum tentu dapat dilihat dari berjilbab saja.Ada juga para wanita yang mengenakan jilbab hanya untuk 'kedok' belaka demi mendapatkan pandangan yang baik dari orang lain padahal ia berbanding terbalik dengan kesan jilbab yang dikenakannya itu yang hanya semata-mata demi kepentingan pribadinya saja,seperti kepuasannya yang tidak baik,seperti merokok,berzinah,memfitnah,dll.Saya pernah membaca koran Sumeks tepatnya halaman DOR,di mana didapati seorang laki-laki dan wanita berjilbab yang belum menikah di dalam kamar sebuah hotel.Apa yang dapat kalian simpulkan tentang wanita berjilbab setelah anda membaca seperti itu kenyataannya???Maka,belum tentu jika wanita berjilbab lebih baik akhlaknya dari pada yang tidak berjilbab,layaknya seperti Qory.Apakah tidak munafik jika seorang wanita berjilbab apabila diberikan kesempatan untuk mengikuti ajang seperti Puteri Indonesia 2009 yang melihat kecantikan seorang wanita bukan dari kecantikan tubuhnya saja atau kemolekan namun dari kecantikan dalam (inner beauty) dan dari sikap,keanggunan,pandangan/pikirannya.Ajang Puteri Indonesia 2009 itu sendiri pun banyak memberikan hal-hal positif.Jadi,wajar saja jika Qory berminat mengikuti ajang tersebut dengan mengambil keputusan untuk melepas jilbab nya.Dan,saya yakin pasti banyak dukungan dari daerahnya,yaitu Aceh,keluarganya,khususnya orang tua nya,teman-temannya,dan masih banyak yang lain.Masa hanya karena berjilbab harus menghalangi minat dan keinginan serta cita-cita kita?
Mengenai pendapat bahwa Qory memiliki motivasi yang mengarah pada materi,sah-sah saja menurut saya,karena jika kondisi ekonomi keluarga kita tidak begitu baik mengapa tidak jika kita dapat mendapatkannya dari ajang tersebut dan itu halal pada ajaran agama Islam dan mengenai membuka jilbab,itu adalah urusan Qory dengan Yang Maha Kuasa,jika Qory berdoa memohon persetujuan dari Alloh SWT,dan disetujui,apakah salah?Tidak kan...Dan jika Qory rajin beribadah,dan sholat nya tidak pernah terbengkalai,akankah Tuhan marah kepadanya???Kurasa tidak,karena Tuhan selalu Maha tau atas apa yang sedang dialami oleh umatnya.Sehingga,lebih baik jika Qory membuka jilbab nya tanpa menutup-nutupi jika ia telah membuka aurat nya,sehingga yang pasti masyarakat yang luas cara berpikirnya dapat memaklumi Qory yang sekarang bukanlah Qory biasa,melainkan Puteri Indonesia 2009 dan kita harus memberikan dukungan kepadanya.

iryandra syafri mengatakan...

Nama : Iryandra Syafri
Kelas : XII P 7
No. A. : 18


Tanggapan Wacana 2

Menurut pandangan saya terhadap wacana 2 yang bejudul “Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi”, ada bagusnya bagi para guru untuk menbuat soal dari yang susah dan yang mudah. Gugu akan dapat mengetahui secara langsung, mana siswa yang cerdas, dan mana siswa yang kurang cerdas. Namu dari pendapat dari saya sebagai siswa sekolahan, sebaiknya soal-soal itu tidak di buat dalam bentuk pilihan ganda. Soal sebaiknya di buat dalam bentuk uraian atau esai. Apabila guru membuat soal bagi siswa dalam bentuk pilihan ganda, maka siswa akan sulit untuk memilih jawaban yang tepat untuk menjawab soal. Dan guru di buat malas untuk memeriksa dan sulit untuk mengetahui siswa itu pandai atau tidak. Bias saja murid itu melihat pekerjaan siswa lainnya atau hanya pilih jawaban secara sembarangan atau “nyotang”. Selain itu, siswa juga berpendapat apabila soal pilihan ganda, siswa akan malas untuk belajar dan hanya menggandalkan teman semeja atau teman belakangnya yang memberikan jawaban.

Tanggapan Wacana 3

Menurut saya dalam wacana 3 yang berjudul 100 tahun yang akan datang !, judul tersebut sangat bagus untuk dibaca. Karena mengingat dunia kita yang sudah tua sekarang ini membuat kita berpikir bagaimanakah kehidupan di dunia ini 100 tahun yang akan datang. Dengan wacana ini kita dapat membandingkan jaman dulu dengan jaman sekarang. Karena pada jaman dulu, sebab- sebab atau macam-macam penyakit yang ada di dunia hanya ada lima: Pneumonia dan Flu, TBC, Diarrhea, Penyakit Jantung dan Stroke. Pada jaman sekarang, jangan di tanya lagi. Berbagai macam penyakit ada dan dapat mengakibatkan berakhirnya hidup suatu manusia. Ini disebabkan karena ulah manusia yang mempertiakan diri sendiri dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka tidak mau menoleh atau berkotor-kotor sedikit untuk menanam pohon atau melestarikan lingkungan. Orang-orang hanya bias merusaknya saja, mereka dengan seenaknya menmotong pohon tanpa mementingkan anak cucu kita yang akan tinggal di bumi nanti. Jangankan 100 tahun lagi, sekarang saja dapat kita rasakan efek dari polusi yang diakibatkan oleh mesin kendaraan baik mobil maupun motor. Asap kendaraan bermotor dapat menyebabkan lapisan oon menipis dan lama lama akan hilang. Ini akan berdampak bertambahnya suhu di bumi terutama di Indonesia. Oleh karena itu, kita sebaiknya memperhatikan keadaan di lingkungan kita, agar dapat terlestarikan untuk anak cucu kita kelak.

susi susanti mengatakan...

Nama:Susi Susanti
No.Absen:39
Wacana 5
Saya tidak setuju jika ada pernyataan bahwa Tuhan hanya akan menerima amalan dari umat-Nya yang beribadah dengan benar dan menjalankan perbuatan baik saja,sedangkan yang beribadah dengan tidak benar tidak diterima oleh Tuhan,itu adalah salah besar!!.Karena,percayalah bahwa Tuhan tidaklah pilih kasih kepada semua manusia dari ujung belahan dunia manapun.Tuhan itu Maha Pengasih,malah Tuhan sangat menyayangi para hamba-Nya yang belum berada di jalan yang benar,dan jika para hamba-Nya yang tadinya belum berada dalam jalan yang benar namun sekarang telah sadar dan membuat amalan,Tuhan pasti akan menerima nya dengan senang hati.Saya pun sangat setuju dengan pernyataan kaum intelektual di mana Tuhan tidak akan pernah membeda-bedakan manusia dari segi manapun.Tuhan itu sangat adil,Tuhan akan seadil-adilnya dalam menerima amalan dan akan memberikan pahala yang sama,yaitu hidup kekal di Sorga bersama dengan-Nya.Tuhan melihat manusia semuanya itu sama dan sederajat,tidak ada yang namanya kaya,miskin,tua renta,masih muda,pintar,atau pun bodoh.Yang penting mereka memiliki niatan yang tulus dalam melakukan suatu amalan tanpa mengharapkan imbalan apa-apa atas amalan tersebut maka Tuhan pasti akan memberikan pahala dalam hidup kita tanpa kita sadari suatu hal yang baik akan terjadi dalam hidup kita.Baik orang yang dulunya tidak baik,Tuhan akan menjanjikan hidup yang baik baginya jika ia mau bertobat dan membuat amalan yang tulus sepenuh hati.Seperti kaum intelektual,saya sangat-sangat yakin,Tuhan itu Maha Pengasih,Maha Pengampun,Maha Tahu,Maha segala-galanya di atas dunia ini.Maka,janganlah takut bagi orang-orang yang belum berada di jalan yang benar,Tuhan akan selalu menerimamu dan selalu membukakan pintu untukmu di Sorga dengan pahala-pahala yang akan kamu peroleh dari semua amalan yang telah kau perbuat.

hani meiwita mengatakan...

Nama : Hani Meiwita
No.absen :15

wacana 2

Dalam pembuatan soal UTS dan UAS , guru-guru memang seharusnya dapat pandai-pandai membuatnya sehingga soal-soal yang mudah, sedang dan susah dapat merata. Soal-soal yang dibuat oleh para guru bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan muridnya tetapi tidak sedikit murid yang menggunakan cara curang semata-mata hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus. Hal ini bisa terjadi karena soal yang dibuat guru dalam bentuk pilihan ganda (PG). Menurut pengalaman saya pribadi, soal pilihan ganda membuat saya menjadi malas berpikir dan bernalar jadi saat menemukan soal yang susah, saya dengan mudahnya memilih polihan yang paling saya sukai tanpa berpikir panjang lagi. Beda halnya dengan soal esay yang memerlukan analisa karena soal esay lebih berbobot dan apabila murid tidak belajar dengan sungguh-sungguh maka sangat besar kemungkinan ia untuk tidak dapat menjawab soal tersebut apalagi saat ulangan dibidang ilmu pengetahuan alam seperti kimia dan fisika misalnya. Murid tidak dapat mengarang dengan mudah dan mereka dituntut untuk penguasaan materi yang baik. Jadi alangkah baiknya soal UTS dan UAS dibuat dalam bentuk soal esay yang dapat mengukur kemampuan murid lebih optimal.

wacana 3

Saya setuju dengan wacana tersebut yang menyatakan bahwa banyak sekali perubahan-perubahan dan kemajuan yang muncul di bumi ini. Perubahan tersebut disebabkan oleh manusia yang juga pemikiran dan penalarannya berkembang sehingga dapat menciptakan berbagai macam teknologi yang canggih. Menurut saya dampak kemajuan teknologi tersebut bersifat positif karena apa yang telah dihasilkan dari teknologi tersebut dapat memudahkan kita dalam beraktivitas. Selain itu, teknologi juga berdampak negatif misalnya orang-orang yang menjadi malas. Tetapi saya kurang setuju dengan peryataan yang tertera pada wacana tersebut yang mengatakan bahwa 100 tahun yang akan datang akan terjadi keterpurukan usia harapan hidup manusia yaitu hanya 47 tahun. Semakin berkembangnya teknologi pasti juga akan membantu manusia misalnya perkembangan ilmu teknologi kesehatan yang akan sangat membantu dalam proses penyembuhan maupun pencegahan penyakit dan juga perkembangan teknologi mobil yang saat ini lagi heboh yaitu mobil yang tidak menggunakan bahan baku bensin ataupun solar sehingga tidak menghasilkan polusi yang dapat mengancam bumi kita.

lena.chang's blog mengatakan...

MARIA MAGDALENA
XIIP7 / 26
Sanggahan wacana 3
Menurut saya, dari rentang waktu 100 tahun, memang terdapat perubahan yang sangat cepat karena semakin kedepan, pengetahuan kita akan terus bertambah dan dari pengetahuan itulah kita bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat atau yang merugikan. Seperti halnya penggunaan komputer, sebagai media komunikasi, kita bisa mengetahui perkembangan negara lain, sehingga negara yang berkembang akan terus mengikuti jejak negara maju. Hal ini baik karena bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negaranya. Namun tidak semua penemuan atau penciptaan mempunyai efek baik, seperti mobil, walaupun semakin bertambah tahun, semakin bagus bentuknya dan semakin canggih mesinnya, tentu saja masih terdapat kelemahan yaitu asap sisa pembakaran. Apabila negara berkembang terus mengikuti perubahan yang sedang marak berkembang secara globalisasi tanpa memikirkan kembali dampak negatif yang disebabkannya, dan tanpa mengantisipasinya maka efek negatif itupun akan menglobalisasi sehingga seluruh manusia dibumi akan merasakan dampaknya. Inilah yang terjadi bila kita tidak menyadari, bila kita tidak berusaha menggunakan pengetahuan atau mengembangkan pengetahuan kita untuk mengantisipasi dampak yang disebabkan dari penemuan atau ciptaan kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu bingung tentang apa yang akan terjadi 100 tahun kedepan. Kita akan tenang apabila manusia dibumi sadar, dan mau berpartisipasi untuk mengantisipasi bahkan mengurangi dampak negatif yang akan datang, serta berusaha menciptakan hal yang berguna untuk kehidupan masa depan, dan melestarikan lingkungan. Bila tidak, maka kita akan hidup dalam ketakutan, penuh waspada, dan penuh sengsara.

Sanggahan wacana 4
Menurut saya, peraturan yang yang telah ada, pastilah sudah dipertimbangkan terlebih dahulu sesuai dengan situasi untuk kebaikan kita semua. Namun saat ini, peraturan tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan yang ada. Oleh karena itu, pemerintah harus bersifat kritis menanggapi perkembangan yang begitu cepat di masyarakat. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab dalam mengurus daerahnya sesuai dengan otonomi daerah yang telah diberikan oleh pemerintah pusat. Sebagai warga negara, kitapun harus aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah bersama pemerintah. Kitapun berhak memberikan suara. Oleh karena itu bila ada peraturan yang kiranya tidak sesuai lagi, kita wajib untuk melaporkan kepada lembaga yang bersangkutan agar peraturan tersebut segera diperbaiki. Sama halnya dengan peraturan yang tidak jelas, kita bisa minta penjelasan mengenai peraturan tersebut kepada lembaga yang betul – betul terkait dengan peraturan tersebut. Bila ada perangkat pemerintahan yang usil, kita bisa melaporkan kepada pihak yang berwajib atau meminta pertolongan pada suatu organisasi atau lembaga yang bersedia membantu mengatasi masalah tersebut. Sebagai bagian dari perangkat pemerintahan, tidak layak untuk mempermainkan warganya, karena jabatan itu diberikan dengan latar belakang kepercayaan kepada seseorang untuk mengatasi masalah yang ada, melayani masyarakat, memajukan kesejahteraan rakyat dan sebagainya. Kita memang perlu belajar dari kondisi ketidakpastian agar tetap bisa bertahan menjalani hidup. Kita dapat belajar selama pemerintah berusaha mencari jalan keluar. Namun dalam hidup, kita perlu kepastian dan pemerintah harus memberikan kepastian tersebut sehingga kita tidak menjadi suatu permainan oleh pemerintah. Jadi kita tidak bisa “ atur – atur saja ” karena hal ini hanya menguntungkan sebagian pihak.

rizky permata najatafani mengatakan...

Rizky Permata Najatafani
XII IPA 7 / 35

Wacana 4 : Atur-atur Sajalah
Saya akan menanggapi wacana 4 yang membahas tentang peraturan yang dimuat dijalan. Menurut saya Indonesia menetapkan peraturan yang sebenarnya baik untuk kita taati karena tidak mungkin peraturan yang dibuat justru menghancurkan kita. Karena peraturan dibuat agar kita menjadi disiplin dan taat kepada aturan-aturan. Mengenai peraturan yang tidak diperbolehkan untuk para pengendara mobil (bermotor) melaju dengan kecepatan maksimal seperti yang lazim dilakukan oleh Amerika. Karena pemerintah memandang dari segi kehidupan yang terjadi di Indonesia. Dimana masyarakat kita sering salah mengartikan sesuatu hal. Misalnya diperbolehkan kendaraan bermotor melaju pesat di jalan tol. Masyarakat indonesia sering menyalah artikan maksud dari kalimat ini. Mereka menganggap bahawa mereka bisa dengan seenaknya melaju dengan kecepatan maksimum. Hanya dengan kecepatan maksimum. Namun apakah terlintad dipikiran kita akan dampak buruk yang terjadi? Mereka bisa kecelakaan karena tidak bisa lagi mengontrol emosi yang melajukan kendaraan dengan kecepatan maksimal. Mereka bisa tertabrak dengan kendaraan lain,bisa menewaskan diri sendiri dan orang lain. Karena hal-hal seperti ini pula yang membuat pemerintah Indonesia untuk membuat peraturan dijalan-jalan besar. Agar tertib. lagi pula bila dijalan tol DISHUB telah membuat 4 jalur. Yaitu jalur sebelah kanan untuk mendahului. Jalur tengah untuk berjalan normal. Jalur yang kiri untuk kendaraan yang melaju pelan (seperti : truk,Bus), dan yang terakhir adalah jalur paling kiri,yaitu jalur darurat. Biasanya jalur ini digunakan untuk mobil polisi yang sedang bertugas atau mobil derek untuk kendaraan yang mogok.
Dan mengenai tentang iklan yang dipasang oleh pihak-pihak terkait yang masih berhubungan dengan peraturan kecepatan mobil. Itu hanya iklan yang mempermudah untuk mendapatkan konsumen. Seperti contoh perumahan yang dibuat Perumahan A 10 m lagi. Pihak yang memasang iklan seperti itu biasanya hanya mengira-ngira jarak yang ditempuh oleh pengendara karena agar kelihatan lebih dekat dengan jalan utama. Biasanya seperti itu tujuan mereka untuk berbisnis.

rizky permata najatafani mengatakan...

Rizky Permata Najatafani
XII IPA 7 / 35

Wacana 5
Orang-orang intelektual biasanya memang memandang sesuatu hal hanya dari sisi pembelajaran. Dimana mereka mengetahui sesuatu itu dari bahan bacaan dan dari sumber manapun. Termasuk tentang keagamaan. Sebenarnya dalam setiap agama,seluruh ajaran yang diajarkan adalah baik,benar,berbudi,dan,membantu kita mendekatkan diri kepada tuhan. Ajaran yang dilakukan adalah baik dan berguna bagi kita. Lihat saja tidak ada agama yang mengajarkan kita untuk mencuri,merampok,membunuh,memperkosa. Bila ada dapat dipastikan itu semua adalah Jalan Sesat. Sama seperti yang tertulis pada wacana ini dikatakan bahwa : "Orang yang berbuat baik pasti mendapatkan pahala". Sepertinya sangat singkat kita mengatakan ya dengan kalimat ini karena yang menentukan semuanya itu adalah Allah. Namun saya akan mengeluarkan sedikit pendapat saya tentang statment yang ada. Teroris dan seseorang yang bukan teroris justru berbeda pemikirannya. Mereka menganggap orang barat membawa dampak buruk bagi mereka dan masyarakat. Mereka menganggap orang barat yang memperkenalkan budaya mereka adalah orang yang mesum,rendah akhlaknya dan sebagainya. Hingga mereka merasa perlu untuk menghapus semua yang dibuat oleh orang barat dengan membunuh mereka. Hingga mereka takut untuk datang kesini lagi dan tidak akan memperkenalkan budaya mereka yang sering disebut budaya "Open".
Menurut mereka hal itu baik dan mereka melakukan perbuatan yang baik. Perbuatan yang dapat menolong masyarakat bebas agar akhlaknya tidak menjadi bobrok. Namun samakah dengan pemikiran masyarakat biasa? Tentu saja tidak. Hal ini dianggap tidak waras,tidak wajar. Karena apapun alasan mereka,mereka telah membunuh masyarakat luas yang sebenarnya perbuatan itu tidak disukai oleh Allah. Karena itu lah saya tidak setuju akan statment yang mengatakan kalau "berbuat baik pasti mendapat pahala". Karena segala sesuatu nya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah dan Allah sendiri lah yang menilai semua nya.

Ivan Lukito mengatakan...

Nama: Ivan Lukito
No.Absen: 19

Wacana 2 : Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi

Menurut saya, setiap guru memang harus dapat membuat soal ujian secara profesional dengan memperhatikan jumlah soal yang mudah, sedang dan sulit karena dengan soal yang demikian kita dapat melihat apakah seseorang benar-benar menguasai suatu subjek ataukah hanya mengerti dasarnya saja. UTS dan UAS mengandung soal pilihan ganda dan soal essay. Tetapi, jumlah soal pilihan ganda yang diberikan lebih banyak daripada soal essay. Hal ini dianggap menjadi keuntungan anak murid didik yang menjalankan ujian. Menurut saya pribadi, soal pilihan ganda jika disusun dengan benar, juga membutuhkan daya pemikiran yang sama dengan mengerjakan soal essay. Sebagai contoh, dalam mengerjakan soal matematika, pada bagian pilihan ganda terdapat soal yang lumayan sulit dan kita mengerjakan soal tersebut di kertas buram, yang membedakan dengan soal essay dengan soal pilihan tersebut adalah soal essay menuntut kita menulis jalan untuk mendapat jawaban atas pertanyaan tersebut.
Kemudian untuk pernyataan menghitung kancing dapat dibenarkan. Jika murid sedang beruntung, ia akan mendapatkan point atas soal tersebut. Maka, menurut saya sebaiknya UTS dan UAS menggunakan metode soal essay, karena hal tersebut lebih banyak memberikan banyak keuntungan bagi proses akademis siswa lebih daripada kerugian yang dialami oleh guru yang harus memeriksa jawaban tersebut.

Wacana 3 :100 tahun yang akan datang !

Wacana ini menjelaskan kepada kita tentang situasi masyarakat pada 100 tahun yang lalu dan prediksi terhadap situasi yang akan kita hadapi 100 tahun yang akan datang. Saya setuju terhadap hal ini , karena perkembangan teknologi sangatlah cepat dan bisa dikatakan terlalu cepat karena tidak diimbangi dengan pemeliharaan lingkungan yang baik. Sebenarnya, pengembangan teknologi ini membawa dampak yang baik bagi kehidupan manusia dengan cara memudahkan mereka dalam melakukan segala sesuatu. Tetapi banyak manusia yang hanya ingin menikmati kemudahan dan tidak berpikir pada masa depan. Untuk mudahnya, bayangkan seseorang membuka AC terus menerus seharian padahal hari sedang hujan. Freon yang dihasilkan AC akan berdampak pada atmosfir bumi yang lama kelamaan akan menyebabkan atmosfir menjadi bolong dan sinar matahari akan mengenai kulit kita secara langsung yang akan berdampak pada jaringan dalam kulit kita.
Jika hal ini terus menerus terjadi, usia harapan hidup pun bisa turun menjadi 100 tahun yang lalu. Tetapi hal tersebut bisa diatasi juga dengan membuat teknologi yang ramah lingkungan.

Chandra Iskandar mengatakan...

Chandra Iskandar
XII IPA 7
06

1.
WACANA 1
Menurut saya , semua agama itu tidak melarang manusia untuk mengikuti mode yang ada di dunia saat ini. Dimana mode merupakan salah satu dari budaya yang ada, dan hal ini tidak dapat dipisahkan karena hubungannya yang amat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Namun, dalam konteks Islam, mode merupakan sarana untuk mencapai kesempurnaan dan jelas bukan tujuan utama dalam hidup.
Dalam hal ini, yang disorot adalah jilbab, Jilbab sendiri merupakan istilah untuk pakaian wanita sejenis baju kurung yang menutupi seluruh tubuh terkecuali wajah dan telapak tangan. Jilbab juga disinggung dalam al-Qur'an, dijelaskan bahwa memang kaum wanita muslim diwajibkan untuk mengenakan jilbab, dan hal ini hukumnya wajib bagi mereka. Dikatakan bahwa hal ini untuk menutup aurat terhadap laki-laki agar tidak membuat mereka menjadi bernafsu.
Kalau kita lihat dalam kasus Qory, dapat dikatakan memang dia mengejar materi sehingga mengikuti kontes ini, tetapi tidak dapat dielakkan bahwa semua manusia membutuhkan materil untuk dapat bertahan hidup dalam masa krisis saat ini, namun coba kita lihat dari sisi positifnya, di sisi lain saya melihat bahwa dia hanya ingin menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya di mata dunia, membawa nama Indonesia dan terutama lagi rakyat Aceh, bagaimana kita tidak bangga jika dia terpilih menjadi Miss Universe? Hal ini akan sangat menguntungkan bagi kita, di mata dunia status kita dapat terangkat kembali, dimana dunia akan menganggap bahwa masih ada mutiara yang berharga di dalam lumpur, lumpur disini adalah Indonesia, dan tentu saja mutiaranya adalah Qory sendiri, dan kita harus menyadari hal itu, kasihan setiap kali menjadi Miss Indonesia, bukan mendapatkan pujian ketika terpilih, malah mendapatkan batu sandungan disana-sini, cercaan dan makian dari kalangan yang ‘sok suci’.
Fakta yang ada, tidak bisa dikatakan begitu saja bahwa dia telah salah karena melepas jilbabnya, dan hal ini menyebabkan dia tidak taat pada agama islam. Menurut yang saya baca di koran KOMPAS, Qory menyatakan bahwa dia memang sudah terbiasa tidak mengenakan jilbab sedari dia kecil, dia mengatakan bahwa berpakaian tidak cukup memperlihatkan bahwa seseorang merupakan orang yang amat taat pada agamanya, bagaimana jika dia hanya memakai jilbab setiap hari namun kelakuannya tidak seperti yang ditulis dalam al-Qur’an????? Dia berkata bahwa semuanya kembali ke pribadi orang masing-masing, dan saya setuju dengan yang dia katakan tersebut.
Namun hal ini tidak bisa anda kaitkan dengan masalah miyabi, apakah miyabi juga mengikuti kontes Miss Universe? Tidak bukan? Nah, disini miyabi hanyalah pemeran film dewasa, dan dia tidak membawa nama baik negaranya, tidak mempromosikan budaya Jepang, tidak membawa nilai-nilai dari negeri Jepang, dan ini hanya bersifat kontrak untuk bermain film komedi, jangan kita berpikir bahwa Miyabi=Porno, begitukah pola pikir anda selama ini? berbeda dengan Qory yang berusaha bersaing secara internasional membawa nama Indonesia di mata dunia.
Jadi saya tidak setuju jika Qory dikatakan telah menyalahi aturan agamanya, karena semua itu kembali pada pribadi setiap orang yang memeluk agama tersebut.

Chandra Iskandar mengatakan...

2.
WACANA 2---
Dalam konteks ini, ada baiknya kita melihat dari guru terlebih dahulu, dimana posisinya sebagai teladan dan contoh bagi para murid di sekolah, bagaimana kinerja guru sendiri setiap harinya? Bagaimana dengan respon murid terhadap guru tersebut(feedback)? Apakah sudah berjalan dengan baik semuanya? Jangan kita menuding bahwa selalu murid saja yang salah dan bisa juga hanya guru saja yang mengajar seenaknya.
Kita lihat dari tipe soal yang diuji dari waktu ke waktu, ada beberapa tipe soal ujian yang pernah saya temui, pilihan ganda, essay, isian singkat, dan yang lainnya. Namun khusu untuk UTS maupun UAS, soal-soal tersebut hanya menggunakan 2 tipe saja, yakni pilihan ganda dan essay. Nah, peran guru disini amatlah penting, karena guru dituntut untuk kompeten, mahir, kritis, teliti dalam membuat soal-soal tersebut, dimulai dengan mengkomposisikan antara jenjang soal yang mudah, sedang, dan sulit, hal ini harus diperhatikan agar standar kompetensi dapat teruji dan dapat tercapai.
Jika dikatakan bahwa soal tipe pilihan ganda membuat murid menjadi malas dan hanya lebih suka menebak-nebak, saya kurang setuju, karena soal pilihan ganda ini walau terlihat mudah dan sepele, tapi disinilah letak kesulitan yang paling tinggi, karena poin yang dapat diperoleh jika benar hanya 1, berbeda dengan essay yang mendapatkan poin bervariasi, karena essay dituntut agar murid dapat menggunakan nalar dengan baik, namun dari segi praktis memang pilihan ganda lebih menghemat waktu dan tenaga bagi para guru, karena tidak harus membacanya satu-satu layaknya soal essay, hal ini juga dipermudah karena seperti yang anda katakan tadi bahwa teknologi semakin canggih dan dalam memeriksa soal pilihan ganda, cukup dengan menggunakan scanner saja, amat mudah dan praktis bukan???
Menurut Drs. Moh. Uzer Usman dalam bukunya (Menjadi Guru Profesional hal 11) menyatakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, untuk mengetahui ketepatan metode yang digunakan, untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelompok/kelas, untuk mengaklasifikasikan seorang siswa apakah termasuk dalam kelompok yang pandai, sedang, kurang atau cukup baik dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya.
Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa hal ini kembali lagi kepada guru untuk dapat membuat soal yang proporsional dan setara dengan kemampuan murid-muridnya, karena tidak ada soal yang mudah maupun sulit, karena semua tergantung pada yang mengerjakannya.

Clara Alverina mengatakan...

Nama : Clara Alverina Gozali
Kelas : XII IPA 7
No. Absen : 07

Saya setuju dengan wacana ” Jangan Salahkan Qory Sandrioriva, Dia Hanyalah Korban…. ”. Apa yang dilakukan oleh Qory tidak semuanya salah. Ia melakukan semua itu juga atas pertimbangan dan tidak mungkin tanpa pertimbangan. Setiap tindakan yang diambil atau diputuskan oleh seseorang pasti mempunyai sebab dan akibat. Contohnya saja Qory, karena dia telah memilih untuk mengikuti Lomba Pemilihan Puteri Indonesia, ia pun pasti sudah mempertimbangkannya bahwa ia harus rela melepas baju muslimahnya. Dan dengan melepas baju muslimahnya pun ia pasti juga sudah mempertimbangkan akan banyak komentar-komentar dari banyak pihak. Dari wacana di atas pun dapat kita ketahui bahawa orang yang membuat wacana tidak setuju dengan yang dilakukan Qory. Namun menurut saya yang dilakukan Qory bukan semata-mata demi materi belaka. Dengan menjadi Puteri Indonesia ia dapat membanggakan nama daerah yang ia bawa. Selain itu setelah menjadi Puteri Indonesia ia juga harus membawa nama baik Indonesia di mata dunia dengan mengikuti ajang Miss Univers. Walaupun ia telah menanggalkan pakaian muslimahnya belum tentu ia melupakan dan meninggalkan iman yang ia anut. Betul bila kita hanya melihat sekilas Qory mungkin mengikuti semuanya hanya demi materi atau hanya bersifat materi, namun dibalik semua itu ia juga mempunyai tanggung jawab yang besar. Dengan menjadi Puteri Indonesia selain banyak mendapat pekerjaan seperti bintang iklan, sinetron dan bintang film (artis) tetapi ia juga harus menanggung beban berat dengan menyandang gelar Puteri Idonesia ia harus menjaga sifat karena gelar tersebut. Dengan menjadi Puteri Indonesia apa yang ia lakukan merupakan sorotan publik bukan hanya di dalam negri melainkan juga di luar negri. Kita tidak boleh menilai bahwa Qory menjadi Puteri Indonesia hanya untuk materi, kita juga harus memikirkan beban yang ia tanggung dengan menjadi Puteri Indonesia. Sepeti yang telah ditulis bahawa Qory sudah dewasa dan ia pasti tahu yang mana yang benar dan mana yang salah. Semua itu juga mungkin sudah dipertimbangkan dengan sangat matang dan itu pun juga sudah dibicarakan dengan kedua orang tuanya. Dan Orang tuanya juga pasti sudah memberi masukan dan pertimbangan. Jadi kita tidak boleh langsung menyalahkan Qory dan kedua orang tuanya.
Selain itu kita juga jangan menyamakan Qory dengan Miyabi. Miyabi dan Qory merupakan masalah yang berbeda. Miyabi merupakan gambaran yang salah dan tidak boleh ditiru sedangkan Qory merupakan hal yang walaupun ia menanggalkan pakaian muslimahnya itu adalah hal yang salah tetapi kita bisa meniru ia dari sisi yang lain, yaitu sisi di mana ia dapat membanggakan nama daerah yang ia bawa di kompetisi Pemilihan Puteri Indonesia dan nama Indonesia diajang Miss Univers nantinya. Selain itu Qory masih lebih baik dibandingkan dengan seorang muslimah yang memakai pakaian muslimah namun ketat dan masih melakukan hal-hal yang tidak baik seperti masih mengatai orang lain dan mengucapkan hal-hal yang tidak baik (kata-kata kotor). Orang-orang seperti itulah yang malah merusak nama baik agama.

Clara Alverina mengatakan...

Nama : Clara Alverina Gozali
Kelas : XII IPA 7
No. Absen : 07

Saya setuju dengan wacana ” Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi ”. Guru memang harus pandai dalam membuat soal. Guru jangan hanya itu-itu saja dalam mebuat soal tetapi juga harus ada variasinya. Soal juga jangan hanya PG tetapi juga harus ada isian singkat ataupun uaraian karena itu semua dapat meningkatkan kemampuan menulis dan penalaran siswa. Dalam menjawab soal uaraian dibutuhkan kemampuan analisa sehingga guru dapat mengetahui kemampuan siswa dalam menganalisa selai itu juga guru dapat mengetahui apakah siswa itu mengerti atau tida bahan yang diajarkan oleh guru. Selain itu dengan kemajuan tekonologi yang selain membawa dampak positif dengan memudahkan guru mengoreksi ulangan tetapi juga mem buat guru menjadi malas untuk membuat soal uraian ataupun soal isian singkat karena sulit dalam pemerikasaan. Soal PG selain membuat guru malas juga membuat murid malas dalam belajar karena bila ia tidak dapat mengerjakan ia dapan memilih sembarangan ataupun bertanya kepada teman. Karena PG membuat murid lebih mudah untuk bertanya kepada teman dibandingkan soal uraian. Karena dalam soal uraian murid tinggal membuat tanda-tanda tertentu untuk memberitahukan jawaban. Sehingga sebaiknya guru harus pandai dalam membuat soal evaluasi dan tidak hanya itu-itu saja.

Bobby Hartanto B.K. mengatakan...

Nama : Bobby Hartanto B.K.
Kelas : XII IPA 7
No. Absen : 5

Tanggapan Wacana 1:
Menurut saya, apa yang telah diperbuat oleh Qory, yaitu melepas busana muslimnya demi gelar Putri Indonesia 2009, memang tidaklah dapat kita salakan secara 100%, karena mungkin itu merupakan kriteria yang diajukan oleh kompetisi tersebut dan mungkin memang karena adanya motivasi dan dorongan dari dirinya untuk dapat dikenal oleh banyak orang, membahagiakan orang tuanya secara materi, ataupun untuk dapat bersosialisasi dan berbagi dengan orang banyak dengan gelarnya itu, sehingga ia rela melepaskan busana muslimnya demi suatu gelar Putri Indonesia. Namun walaupun ia melepaskan busana muslimnya dan ia memenangkan kompetisi itu, tapi ia tidak melupakan Tuhan sebagai Sang Penciptanya dengan berdzikirm atau mengucap hamdalah, atau dengan sujud syukur. Maka saya kira hal itu masih bisa ditoleransi dan tidak perlu disalahkan dan dikritik dari belakang, karena mungkin potensi dirinya yang telah diberikan oleh Tuhan itu (dari segi fisik dan logika) yang dapat berguna bagi orang lain sehingga ia ingin mengembangkannya sebagai suatu kelebihan dari dirinya. Melalui potensi dirinya itu ia ingin agar dirinya dapat bermanfaat demi kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya, sehingga ia pun rela untuk melepas busana muslimnya demi meraih gelar Putri Indonesia 2009. Oleh karena itu sebaiknya kita tidak hanya melihat suatu hal dari segi negatifnya saja, namun juga dari segi positifnya.

Tanggapan Wacana 3:
Menurut saya, para guru memang sudah sebaiknya, bahkan seharusnya para guru memang perlu untuk merancang, membuat, dan memberikan soal-soal ulangan, baik yang bgerbentuk essay maupun yang berbentuk pilihan ganda dengan profesional dan tidak sekedar kewajiban dan rutinitas belaka untuk memenuhi tanggungjawab yang diberikan dan dipercayakan oleh kepala sekolah kepada dirinya. Dengan keprofesionalannya, para guru memang diharapkan dapat membuat soal-soal yang walaupun mudah namun berbobot untuk para siswa, lalu soal yang agak susah, dan soal yang sukar sekalipun. Dari soal-soal essay tersebut diharapkan logika, kemampuan berpikir, dan kemampuan menulis para siswa dapat dikembangkansecara bertahap melalui proses ulangan tersebut. Selain itu, apabila para guru ingin memberikan soal ulangan dengan bentuk pilihan ganda, diharapkan para guru juga dapat menginisiatifkan dan mengakali agar soal tersebut memiliki pilihan jawaban yang hampir sama antara satu dengan yang lainnya dan tidak dapat dengan mudah dijawab oleh para siswa secara langsung oleh kekuatan mereka dalam menghafal saja, namun yang membutuhkan pengertian dan logika terlebih dahulu sehingga pola pikir dan logika para siswa itu dapat berkembang ke tingkatan yang lebih tinggi lagi yang mungkin dapat menjadi kelebihan bagi siswa tersebut saat ia terjun di berbagai bidang kehidupan pada nantinya.

Loraine Pramuditya mengatakan...

Nama : Loraine Pramuditya
Kelas : XII IPA 7
No. Absen : 22
Menurut pendapat saya,saya setuju dengan wacana tentang ”100 tahun yang akan datang”, karena apabila kita melihat dari info-info yang membuat perubahan dari tahun 1909 sampai 2009 saat ini, banyak mengalami perubahan – perubahan yang mengarah ke nilai positiv, seperti perubahan usia harapan hidup di jaman sekarang ini, perubahan akan runah - rumah yang sudah di lengkapi dengan ’bathub’, jalan – jalan yang sudah makin di perbaruhi, mobil yang semakin di modivikasi menjadi sangat modern seperti sekarang ini, dll. Ini semua pun semakin menunjukkan bahwa negara di seluruh dunia mengalami perubahan yang sangat maju ke depan yang semua nya itu sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di seluruh dunia. Akan tetapi, karena globalisasi ini pun, membuat manusia luput dari sisi negatif akibat globalisasi, misal dapat meningkatkan polusi udara yang disebabkan karena terlalu banyak jumlah mobil, terjadinya krisis ekonomi, dari efek rumah kaca bisa menyebabkan global warming, dll. Seperti ketika ketahui, memang terdapat sisi positiv dan sisi negatif dari adanya globalisasi ini, akan tetapi dilihat dari keseluruhan, saya lebih menyetujui adanya perubahan yang membuat perkembangan dunia makin maju ke depan yang juga memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Menurut pendapat saya, saya setuju dengan wacana tentang ”Atur – atur sajalah”, karena apabila kita melihat wacana yang telah diuraikan, ternyata jika kita perhatikan rambu – rambu lalu lintas yang sudah diterapkan di Indonesia, slogan – slogan tentang larangan ’jangan merokok’, ’ jangan narkoba’, dll, itu ternyata tidak dapat membuat masyarakat sadar dan menaati peraturan tersebut. Kebanyakan masyarakat masih belum sadar dan menganggap hal itu tidak lah penting. Maka dari itu, ini semua bukan kesalahan dari segi pemerintahan nya saja, akan tetapi lebih ke pada personil masyarakat nya. Karena, walaupun pemerintah membuat peraturan yang sedemikian rupa, akan tetapi masyarakat belum menyadari apa yang akan menjadi efek negatif dari hal – hal seperti tidak menaati rambu – rambu lalu lintas, berkendara mobil dalam kecepatan maksimum di jalan tol,dll.
Begitu pula dalam bidang usaha, aturan – aturan yang tidak jelas dapat membuat usaha yang seharusnya tinggal di jalankan menjadi terhambat, begitu pula akan hal meningkatnya nilai rupiah dapat mendesak krisis ekonomi. Maka dari itu, peraturan yang telah ada, sebaiknya kita dapat memahami apa tujuan dan manfaat dari fungsi adanya peraturan rambu- rambu lalu lintas tersebut.

Yunishia Elvira mengatakan...

Nama : Yunishia Elvira
Kelas : XII.P.7
No. Absen : 46

Wacana 1

Sejujurnya sangatlah sulit untuk memutuskan benar/tidaknya pendapat Madi Hakim mengenai Qory Sandrioriva. Namun, menurut pendapat saya, saya kurang setuju dengan pendapat Madi Hakim yang menyatakan bahwa Qory Sandrioriva adalah korban budaya kapitalis-konsumeris-materialis. Saya memiliki beberapa alasan mengapa saya tidak menyetujui pendapat Madi Hakim. Berikut akan saya paparkan alasan-alasan saya:

Pertama, menurut Madi Hakim, Qory Sandriodiva rela mengorbankan ajaran agama yang luhur sifatnya, dan menukarnya dengan sesuatu yang bersifat materi. Bila kita lihat dari sisi lain, ajang Putri Indonesia ini tidak hanya memberikan suatu kepuasan materi. Namun, ajang ini juga memberikan berbagai macam keterampilan, seperti keterampilan berbicara, berjalan, dan lain-lain. Terkadang, seseorang mengorbankan sesuatu tidak hanya demi kepuasan materi belaka. Menurut saya, diatas kepuasan materi, masih ada satu hal penting yang menjadi pemicu utama para wanita Indonesia untuk bertanding memperebutkan gelar Putri Indonesia. Hal penting itu adalah pengakuan dan kepuasan diri. Dimana dengan pengakuan tersebut, nama kita akan dikenang hingga kita terbaring di liang kubur. Sementara itu, kita tidak akan bisa membawa hal yang bersifat materi saat Tuhan memanggil kita nanti. Jadi, Qory Sandriodiva sama sekali tidak meninggalkan ajaran agama demi materi belaka.

Kedua, seperti kita tahu, banyak sekali wanita beragama Islam yang tidak memakai jilbab. Lalu apakah semua wanita itu telah mengkhianati agama? Kalau begitu, maka hampir 80 dari 100% wanita Indonesia telah mengkhianati agama. Sebenarnya jarang sekali masalah wanita yang tidak berjilbab menjadi bahan perdebatan. Namun, kenapa kali ini diperdebatkan dengan amat sengit? Sebenarnya jawabannya cukup sederhana. Orang-orang memang hobi bergosip, apalagi orang yang digosipkan adalah orang yang sedang populer. Coba bayangkan kalau Qory Sandriodiva tidak memenangkan ajang Putri Indonesia 2009, maka saya berani bertaruh bahwa semua kontroversi ini tak akan pernah timbul. Padahal kenyataannya Qory Sandriodiva tetap membuka jilbabnya demi kontes ini, walaupun pada akhirnya ia tetap tidak terpilih.

Ketiga, pemilihan Putri Indonesia ini tidak hanya berdasarkan dari kecantikan belaka. Buktinya, hampir semua wanita yang melamar ke ajang ini memiliki paras yang cantik. Namun, tetap saja dari sekian banyak wanita cantik tersebut dapat terpilih beberapa puluh wanita yang memiliki kecantikan dari luar maupun dalam diri seperti etika, moral dll. Jadi, kalau Qory mengesampingkan moral demi kemenangan, saya rasa kemenangan itu justru akan semakin menjauhinya, bukan menghampirinya seperti sekarang ini.

Keempat, menurut saya, Qory maupun artis-artis sekarang ini tidak hanya mengejar kemewahan belaka. Tidak bisa dipungkiri bahwa uang adalah hal yang sangat penting. Namun, Diatas uang, masih banyak hal yang lebih berharga. Dan menurut saya, Qory benar-benar ingin mengembangkan rasa percaya diri dan bakat yang ia miliki, bukan hanya ingin mendapatkan materi. Akting ataupun fashion tidak selalu berhubungan dengan hal glamour, kotor, maupun bertentangan dengan agama. Namun, menurut saya, hal tersebut merupakan seni dimana terdapat kepuasan tersendiri saat melihat para penonton memberikan tepuk tangan atas pertunjukan yang telah kita berikan. Oleh karena itu, kita sama sekali tidak berhak untuk menghakimi bahwa Qory hanya mengejar materi belaka.

Dari alasan dan bukti-bukti diatas, saya harap Anda dapat mengurangi pandangan negatif Anda terhadap Qory. Qory hanyalah wanita biasa yang ingin diakui, ingin dihargai, bukan dicerca untuk hal sudah terlanjur terjadi. Cobalah untuk selalu memikirkan masalah dari berbagai sisi, bukan hanya dari sisi luarnya saja.

Yunishia Elvira mengatakan...

Wacana 5

Sebenarnya sangat sulit untuk mengetahui kebenaran mengenai wacana diatas. Karena kita bukanlah Tuhan. Kita tidak bisa tahu pasti apakah Tuhan memberikan pahala kepada orang-orang yang telah berbuat baik atau tidak. Namun, jika dipikir menggunakan logika maupun hati, saya memiliki pandangan yang sama dengan para kaum intelektual, bahwa setiap perbuatan baik akan memperoleh pahala.

Sebenarnya tidak akan ada perbuatan baik tanpa pahala, dan tidak akan ada perbuatan jahat tanpa dosa. Kenapa begitu? Coba kita ambil contoh. Kita tidak pernah tahu bahwa pekerjaan sebagai artis itu perbuatan baik atau buruk. Namun, pada dasarnya, jika kita menjalankannya dengan baik, dan kita berhasil membahagiakan orang lain dengan bakat yang kita miliki, maka kita akan diberi pahala, yang berarti kita telah melakukan perbuatan baik. Sementara itu, jika kita demi menjadi artis rela menjual diri, maka hal tersebut merupakan perbuatan dosa yang berarti kita telah berbuat jahat. Jadi dapat kita simpulkan bahwa setiap perbuatan baik akan membuahkan pahala.

Dalam kehidupan kita, sering kali terjadi mukjizat seperti sembuh dari penyakit yang sangat parah. Seperti yang telah dijelaskan dalam wacana, Tuhan tidak berkeluarga, dan juga tidak memiliki hubungan khusus dengan manusia. Jadi, tidak ada alasan bagi Tuhan untuk menolong orang yang telah sekarat tersebut. Disinilah pahala itu bekerja. Jika dulu Anda pernah menolong seseorang yang sedang sakit, maka Tuhan akan membalas kebaikan itu dengan pahala yaitu penyembuhan pada diri Anda.

Hidup sangat identik denga ketidakadilan dan perbedaan. Bisa kita lihat, dari lahir sudah ada perbedaan antara cantik/tampan dan jelek, maupun kaya dan miskin. Apakah semua ketidakadilan ini diberikan oleh Tuhan? Kembali kepada wacana, Tuhan sama sekali tidak punya alasan untuk memberikan keistimewaan pada siapapun. Jadi dapat kita simpulkan bahwa semua itu berasal dari pahala yang telah kita perbuat. Jika kita banyak menghina fisik orang lain, maka kita akan menjadi buruk rupa, dan sebaliknya.

Maka dengan ketiga alasan diatas, dapat kita ketahui bahwa Tuhan itu selalu adil, dan semua yang kita peroleh merupakan buah dari perbuatan kita sendiri. Dimana kita akan memperoleh pahala jika kita banyak berbuat baik.

Ria Pratiwi mengatakan...

Nama : Ria Pratiwi
Kelas : XII IPA 7
No. Absen : 34

Wacana 4

Saya setuju dengan wacana “Atur-Atur Sajalah”, karena memang seperti yang kita ketahui banyak sekali peraturan yang dibuat, namun hanya menjadi slogan biasa. Kenapa tidak ada rakyat yang menyadari akan pentingnya menaati peraturan. Hal ini disebaban karena tidak adanya kesadaran dari diri masing-masing orang, serta kurangnya tingkat kedisiplinan. Sebenarnya hal ini juga disebaban oleh tindakan para penguasa tinggi. Sebab seperti yang kita ketahui, seringkali pemerintah membuat peraturan seenaknya saja. Walaupun peraturan tersebut sesungguhnya dibuat untuk memajukan dan meningkatkan tingkat kedisiplinan kita. Sekarang bisa kita ambil contoh dari segi Undang-undang. Undang- undang dan peraturan kita di zaman sekarang ini seringkali berubah-ubah, namun dalam hal penerapannya masih sangat kurang sekali. Contohnya saja undang-undang tentang dilarangnya becak untuk berada di jalan-jalan besar karena dapat menganggu arus lalu lintas jalan. Tetapi masih ada saja becak yang berkeliaran di jalan-jalan besar. Hal ini tentunya sangat mengecewakan, coba saja ketegasan lebih ditingkatkan untuk masalah ini. Disini terlihat jelas, bahwa Undang-undang di zaman sekarang ini seringkali berubah-ubah, tetapi tidak terlihat dalam penerapan kehidupan sehari-hari.




Wacana 5

Saya ingin menanggapi wacana tentang “Mereka yang disebut kaum intelektual”. Saya setuju dengan kaum intelektual, karena menurut saya, Tuhan itu sama saja adanya. Ia tidak akan memilih-milih orang apa yang pantas untuk diterima amalnya dan mana yang tidak. Tetapi menurut saya, apabila seseorang menjalankan perintah Tuhan dengan baik, namun dalam kehidupannya ia banyak berbuat kejahatan, itu sama saja artinya bahwa orang tersebut telah melanggar perintah Tuhan. Sebaliknya bila seseorang tidak melakukan ajaran agama yang benar tetapi ia melakukan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, berarti orang tersebut telah menjalankan perintah Tuhan melalui perbuatannya. Namun tidak berarti orang tersebut telah menjalankan perintah Tuhan. Demikianlah hakikatnya, Tuhan tidak akan pernah memilah dan menolak amal dari seseorang.

Fenny mengatakan...

Nama : Fenny
Kelas : XII IPA 7
Absen : 12

Wacana 2 : Guru Harus Pandai Membuat Soal-Soal Evaluasi

Saya setuju dengan apa yang dinyatakan pada wacana tersebut. Kemajuan teknologi sekarang ini memang membuat kita menjadi malas. Bukan hanya kita, tetapi juga guru. Dengan adanya kemajuan teknologi guru menjadi malas membuat soal-soal essay, sehingga seringkali dalam ulangan bentuk soal hanya dalam bentuk PG saja, karena dalam mengoreksi soal PG lebih menghemat waktu. Namun, dengan memberikan soal-soal PG, guru akan sulit untuk mengetahui sejauh mana kemampuan muridnya. Jadi, sebaiknya guru memberikan soal ulangan dalam bentuk essay kepada muridnya, karena itu akan mempermudah guru mengetahui sejauh mana kemampuan muridnya dan dapat mengetahui mana murid yang cerdas dan yang kurang cerdas. Dengan begitu, guru dapat meningkatkan perhatiannya kepada murid yang sekiranya masih kurang cerdas tanpa mengabaikan murid yang dianggapnya cerdas. Apabila guru memberikan soal ulangan dalam bentuk PG, akan sangat sulit untuk mengukur kemampuan muridnya, karena seperti yang kita ketahui sekarang ini murid-murid sudah tebilang "pandai" dalam melakukan kecurangan. Mereka bisa saja mencuri kunci jawaban PG dengan cara mereka, walaupun tidak semua murid melakukan hal tersebut.

Wacana 3 : 100 Tahun yang Akan Datang !

Saya setuju dengan apa yang dipaparkan dalam wacana tersebut, karena wacan tersebut secara tidak langsung mengajak kita, semua warga dunia, untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar kita yang kini sedang berlangsung proses kerusakannya. Maka dari itu, seharusnya seluruh warga dunia mulai menyadari adanya kerusakan pada lingkungan kita ini dan memperbaiki keadaan lingkungan kita. Kita harus melakukan perubahan mulai dari sekarang, karena sedikit demi sedikit perubahan yang kita lakukan akan membawa kita pada suatu perubahan besar yang akan sangat bermanfaat bagi ank cucu kita nanti.

Vincentcius Jeffrianto mengatakan...

Wacana 1
Saya tidak setuju jika Oory Sandrioiriva dikatakan sebagai korban kapitalis-konsumaris-materialis dan dikatakan salah karena membuka pakaian muslimnya. Oory Sandrioriva mengikuti ajang Putri Indonesia 2009 karena kemauannya sendiri dan mendapatkan dukungan orangtuanya. Oory Sandrioriva juga tidak mungkin meninggalkan agamanya cuma gara-gara melepaskan pakaian muslimnya karena Oory telah menjadi Putri Indonesi 2009 sehingga dia harus melepaskan pakaian muslimnya dan itu merupakan propesional yang harus dijalankannya. Menurut agama islam memang diharuskan mengenakan pakaian muslim namun walau Oory melepaskannya Oory pasti masih menghormati dan menjalankan ajaran islam. Mengenai pendapat bahwa Qory memiliki motivasi yang bersifat materi dalam ajang Putri Indonesia 2009 , saya setuju karena setiap orang perlu materi namun tidak bisa Oory dikatakan materialis. Hidup ini perlu materi tetapi bukan materi untuk hidup. kemenangan Qory sebagai anugerah dan melakukan dzikir itu bukan termasuk kapitalis namun semua itu hanya ucapan syukur yang telah diberikan kepada Oory. Jadi tidak semua orang yang berpakaian muslim itu taat pada ajaran yang telah diberikan.


Wacana 5
Wacana diatas membahas tentang apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan. Saya setuju dengan penulis wacana tersebut karena amal setiap orang akan diterima oleh Tuhan. Seluruh agama mengajarkan bahwa kita harus berbuat baik dan beramal dalam kehidupan duniawi agar kita bisa hidup damai dalam rumah Tuhan. Tuhan itu Maha Adil, pengasih dan penyayang. Tuhan pasti akan menerima amal umatnya walapun umatnya tidak mengikuti agama karena manusia tidak luput dari dosa sehingga manusia lupa dengan Tuhan, Namun manusia pasti akan melakukan perbuatan yang baik dan dari perbuatan baik itu Tuhan akan menerima amalnya. Dalam seluruh agama Tuhan memandang seluruh umatnya sederajat dan Tuhan tidak akan membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lainnya. Jadi yang terpenting dlam melakukan perbuatan baik adalah niat dan ikhlas pecuma saja jika berbuat baik namun tidak ikhlas.

Erick Prasetya X) mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Erick Prasetya X) mengatakan...

Nama : Erick Prasetya
Kelas : XII IPA 7/ 09

Memnberikan Sanggahan/tanggapan
Wacana 1 :
Jangan salahkan Qory Sandrioriva, Dia Hanyalah Korban...


Saya setuju dengan pendapat anda bahwa kita tidak boleh menyalahkan Qory Sandrioriva yang melepas busana muslimnya demi ajang Putri Indonesia ,tetapi saya sangat tidak setuju mengenai Qory yang menjadi korban karena ia mengikuti ajang tersebut atas dasar kemauannya sendiri dan dukungan orang tuanya dan saya rasa itu merupakan cita-cita semua wanita, khususnya Qory untuk menjadi wanita tercantik di Indonesia.
Selain itu , saya rasa yang memicu Qory untuk mengikuti kontes tersebut bukan sepenuhnya karena kekayaan materi yang akan didapat seperti yang anda ungkapkan tadi,melainkan bisa jadi menambah pengalaman adalah motivasi utamanya, Qory sendiri dan kita tidak bisa memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang, sebelum malam penentuan siapa yang menjadi Puteri Indonesia dan Qory juga pasti tidak berpikiran bisa menjadi pemenangnya karena mereka yang mengikuti ajang Puteri Indonesia 2009 adalah wanita-wanita yang tercantik dan terpintar yang mewakili daerahnya masing-masing,tentu saja hal ini ditentukan melalui serangkaian audisi dan karantina,sehingga sangatlah sulit untuk menjadi seorang pemenang yang akan mendapatkan gelar sebagai wanita tercantik dan terpintar di seluruh Indonesia dan juga berhak untuk ikut serta dalam ajang Ratu Sejagad “Miss Universe” yang nantinya mereka akan memperkenalkan budaya,pariwisata, dan hal-hal menarik di Indonesia kepada mata dunia.
Saya sependapat dengan anda mengenai sebagian besar dari kita lebih suka menjadi artis,penyanyi ,dan bintang film karena profesi tersebut lebih menjanjikan kekayaan materi yang lebih cepat dibandingkan menjadi guru,peneliti,dan profesi mulia lainnya. Akan tetapi, satu yang anda harus ingat apabila sebagian besar orang ingin melakukan hal tersebut,tidak akan ada yang namanya guru yang mengajar kita di sekolah,dokter yang mengobati kita saat sakit,para pengusaha yang menyediakan segala bentuk kebutuhan yang kita perlukan. Dengan kata lain,sama halnya dengan omong kosong .Saya lebih mendukung apabila ada orang terdekat saya yang mengikuti ajang tersebut karena selain banyak pengalaman yang ia dapatkan ,ia juga dapat menjadi pejuang Indonesia di mata dunia melalui ajang Miss Universe apabila terpilih,jika tidak,paling tidak pengalaman tersebut dapat menjadi gurunya untuk menjadi lebih baik lagi di kemudian hari.Dukungan orang tua dan orang terdekat juga memegang peranan penting dalam mencapai kesuksesannya.
Menganai pakaian muslim,saya rasa seorang wanita yang memakai pakaian muslim rata-rata didasari oleh panggilan dari Allah dalam bentuk apapun dan hal tersebut juga bergantung pada si penerima panggilan ingin memakai pakaian muslim yang sopan atau yang ketat-ketat seperti yang anda nyatakan tadi.

Erick Prasetya X) mengatakan...

Nama : Erick Prasetya
Kelas : XII IPA 7/09

Wacana 2 :
Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi

Saya sangat setuju dengan pendapat anda.Hal ini dikarenakan karena saya sebagai pelajar,terkadang juga sedikit pusing dengan soal yang diberikan guru-guru pada saat ulangan harian yang terkadang jawabannya tidak ada di buku yang menjadi pedoman atau bahan-bahan yang diberitahukan oleh guru untuk belajar materi ulangan dan juga belum pernah dijelaskan oleh guru tersebut. Hal ini akan memberikan dampak buruk bagi nilai yang diperoleh siswa,bisa jadi siswa yang mendapatkan peringkat 1 sekalipun dapat mendapatkan nilai yang kecil ,padahal mereka pasti sudah mati-matian belajar,ada yang sampai subuh atau bahkan tidak tidur untuk mendapatkan nilai yang baik,eh malah tahu-tahu yang mereka pelajari tidak keluar dalam ujian tersebut,sakit hati bukan.
Untuk itu, saya meminta agar guru-guru dapat memperkirakan apakah soal-soal yang mereka buat sesuai dengan apa yang mereka ajarkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengenai tipe-tipe soalnya sebaiknya dikombinasikan antara pilihan ganda dan uraian karena selain pilihan ganda membantu siswa dalam menambah nilai dan lebih mudah dalam mengerjakannya bila dibandingkan dengan uraian,tetapi resiko mendapatkan nilai kecil lebih besar ketimbang uraian, dengan ditambahkan uraian jg akan meningkatkan pola penalaran dan daya analisa siswa mengenai apa yang dipelajari. Keuntungan yang dapat kita peroleh di uraian,apabila kita mengisi jawaban walaupun sedikit masih mendapatkan point ,sedangkan pilihan ganda apabila salah pilih jawaban otomatis point yang didapatkan untuk soal tersebut adalah nol.
Menurut saya, apabila hal tersebut dijalankan dan juga guru dapat menyesuaikannya dengan kemampuan siswa,saya rasa hal itu akan membayar perjuangan para siswa yang telah belajar mati-matian dengan imbalan nilai yang baik. Apabila hal ini berlangsung terus otomatis mutu pendidikan juga akan meningkat bersamaan dengan kualitas dari seorang guru dalam membuat soal-soal evaluasi.

Sevilla Novita mengatakan...

Nama : Sevilla Novita
Kelas : XII IPA 7
Nomor : 37

Wacana 1

Dalam wacana yang telah diberikan saya sangat tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh penulis karena menurut saya Qory melepas busana muslimahnya demi mendapat gelar Putri Indonesia 2009 adalah sangat pantas. Gelar Putri Indonesia 2009 adalah suatu kebanggaan mungkin bisa dikatakan besar karena tidak semua wanita Indonesia mendapatkannya. Menurut sayapun Qory bukanlah korban dari segalanya karena korban adalah seseorang yang idak tahu apa-apa yang sangat berkebalikan dari dalam diri Qory karena sayapun yakin bahwa Qory dapat mengikuti dan akhirnya menang dalam Pemilihan Putri Indonesia merupakan suatu keinginan karena tanpa keinginan yang kuat tidak akan mendapat gelar tersebut. Gelar tersebut juga tidak hanya didapat dengan keinginan dan yang diutamakan oleh penulis “melepas busana muslimahnya”, melainkan harus mencukupi kriteria dari pemilihan yaitu pintar, cerdas, berpenampilan menarik, mempunyai kepribadian yang baik, dan lain-lain. Jika memang dengan melepas busana muslimah seseorang dapat menjadi kandidat Putri Indonesia tidak perlu sampai menang saya yakin banyak wanita di Indonesia akan melakukannya mungkin bahkan melepas segala sesuatunyapun rela. Lagipula Qory melepaskan busana muslimnya bukan berarti tidak menjalankan agama, Qory masih tetap menjalankan rutinitas agamanya. Memang dalam memenangkan Putri Indonesia 2009, Qory akan mengeluarkan banyak uang tetapi hasil yang di dapatpun juga bermanfaat karena Qory dapat membawa nama Indonesia ke dunia Internasional. Itu sudah merupakan suatu hal yang bermanfaat. Saya juga tidak setuju anda mengatakan bahwa dengan menjadi Putri Indonesia dapat menjadi bintang iklan, artis, bintang film, karena tujuan seorang wanita menjadi Putri Indonesia adalah bukan hanya menjadi bintang iklan, artis bintang film saja masih banyak tugas yang harus dipikul oleh sang Putri, mungkin bagi Putri Indonesia menjadi bintang iklan, artis, bintang film merupakan suatu selingan pekerjaan yang tidak harus dilakukan. Jika memang ingin menjadi artis dan sebagainya mengapa tidak langsung mengajukan diri ke agensi dunia perfilman saja jadi tidak perlu repot-repot melewati berbagai tahap menjadi Putri Indonesia seperti karantina, tes jaringan, dan lain-lain. Dan juga seperti yang anda katakan jika memang ada saudara atau kerabat saya melakukan seprti Qory lakukan saya akan menjadi orang pertama yang mendukun dan bangga karenanya. Kasus Miyabi sangat berbeda dengan Qory karena Miyabi adalah bintang film porno sedangkan Qory adalah seorang Putri Indonesia 2009 yang terhormat.
Memang untuk di Indonesia Miyabi masih kurang layak karena Negara kita masih merupakan Negara yang menghargai perawan tetapi patut dicamkan pula, kedatangan Miyabi ke Indonesia dapat membuka pikiran wanita karena masih banyak bintang film porno di Indonesia yang tidak disebarkan sampai ke foto telanjang wanita dibawah umur yang beredar di masyarakat dapt terbuka pikirannya bahwa Miyabi beradegan sedikit harus dibayar mahal sedangkan mereka dengan cumu-cuma, otomatis mereka dapat berpikir mereka akan rugi jika tidak dibayar mahal. Jadi janganlah munafik menjadi seorang manusia karena selama kita masih berada di dunia kita masih terus terlibat dengan material dunia.

Sevilla Novita mengatakan...

Nama : Sevilla Novita
Kelas : XII IPA 7
Nomor : 37

Wacana 5

Dalam Wacana ini saya setuju apa yang dikatakan oleh sang penulis karena Tuhan memandang semua umatnya tanpa melihat darimana ia berasal, materi yang dimiliki, kedudukan yang didapat, keturunan seseorang. Tuhan selalu menerima apapun yang dilakukan umatnya baik itu perbuatan positif maupun negatif. Jika perbuatan tersebut negatif maka Tuhan hanya mencatat dan memaafkan bahkan sebelum pembuat dosa meminta maaf. Jika perbuatan positif Tuhan sangat bersyukur karena umatnya telah menjalankan kewajiban mereka di dunia dengan catatan pembuat amal tersebut harus melakukannya dengan hati yang tulus ikhlas tanpa mengharapkan balasan dalam bentuk apapun tetapi jika seseorang melakukan amal kepada orang yang memerlukan tetapi mengharapkan imbalan maka amal tersebut tidak akan diterima karena Tuhan ada di mana saja berupa apa saja. Dan juga jika seseorang melakukan amal tetapi hasil uang yang diberikan adalah hasil uang curian , korupsi maka Tuhan juga tidak akan menerimannya bahkan akan membuat pelaku kehilangan lebih banyak. Jadi jika kita hendak melakukan suatu perbuatan baik kita harus melakukannya dengan hati yang ikhlas tanpa mengharapkan apa-apa karena dari sanalah Tuhan sendiri yang akan memberikan berkat-Nya yang lebih besar jumlahnya daripada yang kita harapkan yaitu berupa kebahagiaan abadi bersama-Nya.

wen ask mengatakan...

Nama: Arswendo Sepwal
No. absen: 03
Kelas XIIp7

wacana 1
Menurut saya Qory Sandrioriva tidak salah dlam hal apapun. Itu dikarenakan meraih gelar Putri Indonesia 2009. Selain itu menurut saya hal itu patut dipuji karena ia dapat dikenal dunia ketika mengikuti Miss Universe nantinya. Sehingga nama Indonesia pun akan dikenal dimata dunia. Indonesia menganut budaya timur itu memang benar, akan tetapi tidak sepenuhnya budaya yang kita anut itu benar sepenuhnya. Bahkan ada dari budaya tersebut yang salah. Oleh karena itu kita sebagai manusia harus benar-benar dapat memilah hal yang baik dan hal yang salah yang terdapat di dunia ini.

wacana 2
Menurut saya guru-guru di Indonesia sudah cukup baik mendalami profesi sebagai guru. Berkaitan dengan cara penyampaian soal yang baik mungkin dapat dimodifikasi. salah satunya dengan cara menambahkan bagian-bagian dalam soal seperti isian singkat,TTS, ataupun yang lainnya yang lebih unik dan dapat memancing kreatifitas anak-anak sehingga dalam pengerjaan soal tidak mengalami kejenuhan ataupun kebosanan. Selain itu hal ini juga dapat menambah soal-soal yang mungkin dapat mengetahui tingkat atau sampai mana seorang siswa atau siswi nya kemampuan yang dimilikinya. Maka dari itu Sebagai siswa atau siswi kita harus belajar sungguh-sungguh dalam segala hal agar kita mendapatkan suatu hal secara semaksimal mungkin.

Matius Andri mengatakan...

Nama:Matius Andri
Kelas :XIIP7
No absen:28

wacana 4
Saya setuju dengan wacana ini,karena rambu-rambu lalu lintas yang menjelaskan kecepan maksimum dan minimum yang dipasang sepanjang jalan itu untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas berkurang,walaupun telah dipasang rambu-rambu saja tak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas dan menurut saya orang Indonesia maunya dihormati karena jika orang berkendaraan dengan kecepatan maksimum dianggap tidak sopan dan orang Indonesia tidak memiiki disiplin yang tinggi,misalnya zebra cross digunakan untuk orang menyebrang,tetapi tidak digunakan untuk menyebrang,malah menyebrang ditempat sembarangan dan para pengendara juga sering tidak menghormati pejalan kaki yang ingin menyebrang pada zebra cross tersebut,walaupun orang tersebut telah berada di zebra cross,tapi pengendara tersebut bukannya berhenti,tetapi masih berjalan,bahkan dengan kecepatan yang maksimum.Demikian juga dalam dunia usaha aturan yang tidak jelas menjadi kendala tersendiri,misalnya dengan pengetatan keuangan yang menghambat sektor riel dan pada akhirny akan berimbas pada kemampuan daya beli masyarakat,jadi dalam situasi saat ini,kita harus lebih jelih menyiasati peraturan yang berlakudan ucapan yang keluar dari mulut kita agar tidak menyinggung perasaan orang lain.

wacana 5
Saya kurang setuju dengan wacana ini.Karena menurut saya apakah orang yang tidak mengikuti agama yang benar tetapi melakukan pekerjaan dan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama yang benar, karena jika agama yang tidak benar maka orang tersebut akan menyimpang dari ajaran yang sesungguhnya, kalau ajaran agama yang benar, seseorang akan melakukan perintah agama yang diajarkan dan menjalankannya dalam kehidupannya dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran agamanya tersebut.

Yosua Alexander mengatakan...

Nama : Yosua Alexander
Nomor Absen : 44

Wacana 5:
Saya sangat setuju dengan pernyataan kaum intelektual yang membawakan konsep logika perdamaian mutlak (absolute conciliation) dan sangat tidak setuju dengan kaum sholeh yang kaku. Tuhan tidak pernah menciptakan agama. Manusialah yang menciptakan agama tersebut. Tuhan hanya memberikan pengajaran-pengajaran akan yang baik dan yang buruk supaya manusia boleh memperoleh keselamatan abadi. Menurut saya, jika seseorang melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan agamanya, tetapi melakukan hal-hal yang hakikatnya baik, ia hanya melanggar hukum agama yang dibuat oleh manusia. Sedangkan dengan melakukan hal-hal yang baik tersebut, artinya orang tersebut telah melaksanakan kehendak Tuhan. Jelaslah bahwa Tuhan akan menerima amal dan memberikan pahala. Tuhanlah yang menentukan apakah kita pantas menerima sukacita sorga atau tidak, bukan manusia. Hal yang diukur bukanlah ketaatan seseorang dalam beragama, melainkan besarnya pahala dan dosa yang telah dilakukan oleh seseorang. Selain itu, seperti yang telah dibahas di wacana di atas, alasan lainnya adalah karena Allah memiliki relasi yang sama besar terhadap semua ciptaan-Nya sebaik atau seburuk apapun itu, serta kebaikan dan keburukan itu ada hakikatnya masing-masing. Jadi, saya dapat menarik kesimpulan dari penjabaran pendapat saya bahwa Tuhan senantiasa melihat kebaikan dan keburukan kita menurut kehendak-Nya, bukan menurut hukum agama. Orang yang melakukan hal yang hakikatnya baik di mata Tuhan akan diberi pahala oleh Tuhan seburuk apapun penilaian agama terhadap dirinya.

Wacana 1:
Saya tidak setuju dengan pendapat penulis tentang Qory. Pertama, memang Qory mengikuti ajang Putri Indonesia 2009 pastinya untuk mendapatkan materi. Akan tetapi, materi tersebut belum tentu dihamburkan hanya untuk kesenangan dan kepuasan duniawi dia semata. Mungkin Qory ingin menambah materi untuk lebih banyak beramal lagi untuk membantu saudara-saudari yang belum beruntung dalam bidang ekonomi. Kedua, hukum-hukum agama tidak menjadi ukuran apakah orang tersebut menerima kehidupan kekal atau tidak, tetapi sebanyak apakah ukuran dosa dan amalnya. Orang Islam yang tidak menonjolkan kemuslimannya atau wanita Islam yang tidak menutupi auratnya memang disebut melanggar hukum Islam. Akan tetapi, Tuhan tidak mengukur apakah ia menuruti hukum Islam atau tidak, tetapi apakah amal Qory lebih banyak dari dosanya. Selain itu, jika Qory tidak menutupi auratnya, sebetulnya tidak menjadi masalah. Semua itu tergantung dari reaksi yang melihatnya, apakah ia tahan atau tidak mengahadapi godaan. Kemudian masalah kapitalisme, sebenarnya masalah itu justru membawa dampak positif dalam memajukan dan memodernkan bangsa Indonesia ini. Akan tetapi, sebagai bangsa yang beretika, budaya kapitalisme harus ditanggapi secara hati-hati supaya kita tidak terjerumus kepada hal-hal negatif yang dapat ditimbulkan dari kapitalisme yang dapat membawa kita ke dalam perilaku dosa. Menurut saya, penulis terlalu percaya diri dalam berpendapat. Jadi, saya menyarankan supaya penulis jangan terlalu pasti mengemukakan pendapat orang lain seenaknya.

scolastika cyntia mengatakan...

Nama : Scolastika Cyntia Parimita
Kelas : XII IPA 7
no absen: 36
Wacana: 4

Apa yang diutarakan oleh Deddy Poerbo dalam wacana 4 memang tidak salah. Saya juga merasakan, terkadang di jalan tol pengemudi malah mengendarai kendaraannya dengan sesuka hati. Rambu-rambu pada baliho seakan diabaikan. Masa, di jalan tol kok malah melaju santai?? Mana ada kendaraan yang “tidak beres” melaju di situ… Namanya jalan tol adalah jalan yang bebas hambatan, di mana kendaraan yang melewatinya dipastikan tanpa kerusakan, ban bagus, bensin full, mesin terjamin kualitasnya, dan sebagainya. Ini kok malah tersendat-sendat… Si sopir malah mengatakan, “Wah ini kayaknya remnya blong….” Waduh mati ini…pikir saya..
Terkadang orang tuh seperti tidak punya pemikiran, entah mungkin SDM nya rendah atau apalah. Terkadang orang hanya memikirkan praktis, tanpa memikirkan benar atau salahnya dia. Seperti kondisi masyarakat sekarang yang kurang tergerak hatinya untuk menaati peraturan. Terkadang saya bingung sendiri, untuk apalah peraturan itu dibuat kalau hanya untuk diingkari?? Masyarakat sepertinya hanya sekadar menaati peraturan sesuai kondisi. Apa maksudnya? Maksudnya orang hanya mematuhi peraturan sesuai dengan kondisi dia sendiri, peraturan yang hanya setengah-setengah seakan percuma, karena hanya membuat suatu ketidaknyaman, baik ketidaknyamanan diri sendiri maupun orang lain.
Di sisi lain, bukan hanya jalan tol yang punya peraturan, tapi usaha, industri, dan lain-lainnya itu juga perlu peraturan. Peraturan yang bagaimana? Peraturan yang diolah dan diusahakan supaya usaha atau industri itu dapat berkembang sebagaimana yang diharapkan dan diupayakan dapat berguna bagi masyarakat, terutama kalangan menengah dan ke bawah. Sangat diharapkan usaha dan industri itu dapat meningkatkan perekonomian negara, karena menguatnya nilai rupiah yang membuat perekonomian menjadi stabil, sehingga secara tidak langsung peluang-peluang atau lowongan pekerjaan menjadi semakin terbuka. Hal demikianlah yang dapat membuat negara berangsur-angsur membaik.
Maka dari itulah, mulai sekarang, kita, masyarakat setidaknya harus belajar untuk menaati peraturan. Terkadang memang sulit, tapi itulah cara awal untuk memperbaiki SDM masyarakat Indonesia, bukan tentang SDM, tapi keamanan, ketahanan, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bukan sekadar “atur-atur sajalah”, tapi memang harus ‘benar-benar diatur’ oleh kita sendiri, dari kesadaran masing-masing pribadi, sebagai masyarakat Indonesia yang baik.

scolastika cyntia mengatakan...

Nama : Scolastika Cyntia Parimita
Kelas: XII IPA 7
No: 36

Wacana 5
Rasanya agak sensitive membicarakan tentang agama atau Ketuhanan. “Orang sholeh yang kaku”??? Apa maksudnya?? Sepertinya orang pada jaman ini rata-rata berpikiran, “Halaaaah, hari gini masih ngomongin yang begituan??”
Memang. Hanya orang-orang tertentu yang ‘tahan” diajak ngomong beginian. Terkadang orang sangat malas untuk membicarakan tentang agama atau Ketuhanan. Mereka yang katanya “intelek” itu belum tentu mengerti mengenai keagamaan. Karena keintelekannya itulah terkadang membutakan segalanya, termasuk spiritualnya. Bukan munafik, bukan sok suci, tapi kita sebagai manusia memang sangat membutuhkan Tuhan, sangat butuh kedamaian hati dan rohani. Boleh intelek, tapi spiritual juga boleh intelek, kan?? Iman itu harus, tapi harus ada perwujudannya, karena iman tanpa perbuatan itu pada hakikatnya adalah mati. Orang-orang intelek terkadang terlalu rasional, memang benar, tapi tidak selamanya kehidupan itu dikaitkan oleh hal-hal yang secara fisik ada, tapi secara roh dan spiritual juga ada. Hidup akan lebih baik jika seimbang antara fisik dan rohani, maka kenikmatan hidup yang sesungguhnya akan didapati.
Orang sholeh bukan kaku, tapi mereka itu halus, dan terlalu lembut, terkadang orang-orang yang tidak biasa membicarakan soal agama agak segan berkomunikasi dengan orang-orang seperti mereka, terlebih jika pembicaraannya agak intim.
Salah pernyataan berikut ini,” Dengan memperhatikan alasan kedua ini maka tidak alasan bagi Tuhan untuk menolak amalan baik dari seseorang dan menolaknya dari orang yang lain.” Emang siapa si penulis berkata demikian?? Sungguh tidak pantas…
Tuhan sangat senang apabila umatNya saling menolong, membantu, meringankan beban sesama, mengasihi, dan sebagainya, Tuhan juga sangat mencintai umatNya yang beriman, rajin dan bertekun dalam doa, tapi Tuhan sungguh lebih bahagia jika umatNya menyempurnakan iman itu dengan berbagi kasih dengan sesama, mengulurkan tangan untuk mereka yang papa dan berkesusahan, dan sebagainya. Dengan begitu dosa kita akan diringankan, akan sedikit dihapuskan, dan segaal kebaikan manusia di dunia diterima Tuhan, begitu juga bagi orang-orang intelek yang mau berubah (menambah spiritualitasnya ).
Kejujuran seperti pada alasan kedua menekankan kita untuk lebih jujur dalam segala hal, walaupun orang yang bohong-bohong itulah yang lebih mujur, tapi Tuhan tahu segalanya, Tuhan tidak tidur, karena yang terpenting bukanlah di dunia ini, tapi pertanggungjawaban kita setelah mati, apakah surga ataukah neraka…

Jessica Natalia mengatakan...

Nama : Jessica Natalia
Kelas : XII IPA 7
No. Absen : 20

Wacana 3 :
Saya setuju dengan pernyataan dari wacana tersebut yang menyatakan bahwa kemajuan teknologi bergerak sangat cepat, sehingga barang-barang yang ada akan terus berubah dari tahun ke tahun. Seperti yang tertera dalam wacana tersebut mengenai usia harapan hidup, “bathtub”, telepon, mobil, petugas medis, tempat melahirkan, dan lain-lain. Bumi ini akan mengalami keterpurukan yang sama di masa mendatang, hal tersebut tidak akan dapat dipungkiri karena hal dalam hidup ini selalu berputar dan hal tersebut juga berlaku pada bumi ini. Keterpurukan bumi ini juga dapat di dasarkan dari perilaku manusia yang serakah, karena mereka hanya mengambil sumber daya di bumi tanpa melakukan pelestarian untuk menjaga bumi ini. Semua itu telah kita rasakan, seperti sekarang ini terjadi “global warming” karena atmosfer kita berlubang, sehingga sinar matahari akan lebih terasa panas. Untuk menanggulangi hal tersebut, setiap masyarakat di Negara masing-masing agar sadar dengan “global warming ” yang ada dan melakukan sesuatu. Contohnya : menaman tanaman, tidak menebang pohon, melakukan daur ulang, dan lain sebagainya.

Wacana 4 :
Saya setuju dengan pernyataan dari wacana tersebut yang menyatakan bahwa aturan dapat dianggap seperti slogan atau iklan yang berada di jalan agar dapat di ketahui oleh banyak orang tetapi tidak dihiraukan atau hanya sebatas formalitas yang ada di setiap Negara. Contohnya : iklan rokok, iklan tersebut hanya asal mengiklankan karena mereka mengiklankan rokok tetapi di bawahnya terdapat nasehat dari pemerintah bahwa merokok akan merusak kesehatan kita. Seharusnya nasehat dari pemerintah tidak perlu di masukan dalam iklan tersebut karena sangat tidak masuk akal. Peraturan-peraturan yang tidak dihiraukan masyarakat, karena mereka belum mendapatkan hukuman dari pelanggaran peraturan yang ada, sehingga masyarakat dapat melakukan apa yang mereka sukai tanpa takut dengan hukuman dari pelanggaran yang mereka lakukan. Oleh karena itu, pemerintah dan para masyarakat perlu bekerja sama dan sadar untuk menaati peraturan yang ada dalam rangka memajukan Negara Indonesia.

Flavia Angelina mengatakan...

Nama : Flavia Angelina Satopoh
No Absen : 13

Wacana2

Saya sangat setuju dengan wacana “ Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi” tersebut. Dari wacana itu, saya mengetahui ada dua hal yang sekiranya merupakan point penting bagi guru dalam membuat soal-soal evaluasi yang baik. Yang pertama, guru harus dapat membuat soal yang tingkat validitasnya tidak diragukan, dalam arti komposisi antara soal yang mudah, sedang dan susah itu merata. Memang, kadangkala guru membuat soal-soal evaluasi dengan komposisi yang tidak merata atau tidak seimbang. Bila soal terlalu mudah, pemahaman siswa akan suatu materi pembelajaran tidak akan diketahui dengan benar. Bila soal terlalu sulit, kemungkinan siswa yang mendapat nilai buruk akan semakin banyak. Karena itu, guru memang sebaiknya membuat soal dengan komposisi yang merata.
Point yang kedua adalah guru harus mampu membuat soal yang dapat mengisi kompetensi siswa. Guru memang harus kreatif untuk selalu menciptakan soal-soal baru dengan berbagai tingkat kesulitan yang berbeda. Guru yang sudah lanjut usia harusnya tidak kalah dengan guru- guru muda yang memiliki pemikiran yang modern sehingga selalu dapat membuat perubahan dan perkembangan dalam membuat soal-soal evaluasi. Sikap kreatif dalam membuat soal sudah selayaknya dimiliki oleh setiap guru, baik itu guru senior maupun guru-guru muda.
Sebagai seorang guru, juga sudah selayaknya selalu mengikuti perkembangan-perkembangan yang ada, baik itu dalam bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi. Seperti yang dipaparkan dalam wacana, saya mengetahui bahwa kehebatan teknologi itu ada dampak positif dan negatifnya. Mesin scanner memang membuat pekerjaan guru dalam mengoreksi jawaban lebih cepat, namun mesin scanner ternyata juga membuat guru menjadi malas membuat soal essay. Tentu saja hal ini harus dihindari. Bila guru hanya membuat soal PG, guru tidak dapat menjamin bahwa siswa telah mengerti dan memahami materi pembelajaran yang diujikan. Seperti yang telah dipaparkan, soal PG dapat dijawab siswa hanya dengan ilmu tebak-tebak atau yang lebih terkenal dengan nama ilmu cotang bagi siswa-siswi di Palembang. Hal ini jugalah yang membuat siswa lebih menyukai soal PG daripada essay. Padahal, soal essay lebih dapat menjamin bahwa siswa telah memahami materi yang diujikan, karena soal essay tidak dapat dijawab hanya dengan tebak-tebak belaka

Flavia Angelina mengatakan...

Flavia Angelina
no absen : 13

Wacana 3

Saya sangat tertarik dengan wacana “100 tahun yang akan datang !” tersebut. Wacana ini benar-benar mempengaruhi pola pikir saya untuk memikirkan apa yang akan terjadi di negara kita yang tercinta ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia , 100 tahun yang akan datang. Selama ini, kita sebagai warga Negara Indonesia cenderung melihat masa lalu. Paling-paling kita memikirkan apa yang akan terjadi tahun depan. Indonesia seringkali hanya membuat rencana untuk beberapa tahun ke depan. Tak pernah rasanya terpikir rencana yang sekiranya dapat dirintis dari sekarang untuk kesejahteraan rakyat Indonesia 100 tahun yang akan datang. Satu yang pasti, 100 tahun yang akan datang, dunia pasti jauh lebih canggih dan modern dari sekarang. 100 tahun yang lalu, hanya 8 % rumah yang dilengkapi telepon. Sekarang, hampir setiap rumah memiliki telepon, dan rasanya tidak aneh bila 100 tahun yang akan datang setiap rumah tidak membutuhkan telepon lagi, melainkan alat komunikasi lain yang lebih canggih dan modern dengan ukuran minimalis namun berkualitas tinggi. 100 tahun yang akan datang, bisa dijamin segala sesuatu akan lebih canggih dan modern dalam berbagai hal dibandingkan sekarang.
Di samping itu, rasanya tak aneh pula apabila dikatakan usia harapan hidup 100 tahun yang akan datang, tepatnya tahun 2109, kembali lagi ke angka 47 tahun, sama seperti 100 tahun yang lalu. Sekarang saja, semakin banyak timbul penyakit-penyakit aneh dengan berbagai jenis virus baru yang dapat membahayakan jiwa manusia, apalagi 100 tahun yang akan datang. Tahun 1909 penyakit yang dapat menyebabkan kematian adalah flu, diarrhea, jantung, dan stroke. Sekarang, penyakit-penyakit itu sudah dianggap penyakit biasa yang dapat diobati dengan berbagai teknologi canggih dan berbagai jenis obat-obatan. Karena itu, tak aneh pula, bila pada tahun 2109, penyakit kanker, HIV/AIDS, flu burung, flu babi, yang sekarang dianggap penyakit mematikan, akan menjadi penyakit biasa pada tahun 2109. Itu artinya, mungkin saja di tahun 2109 akan muncul berbagai jenis penyakit lain yang sekiranya lebih berbahaya dan mematikan dibandingkan penyakit-penyakit mematikan saat ini. Karena itulah, rasanya memang tak aneh bila dikatakan bahwa usia harapan hidup manusia 100 tahun yang akan datang akan kembali menjadi 47 tahun.
Selain faktor penyakit, kadar air yang akan semakin berkurang karena pemanasan global dan penebangan hutan juga dapat mengakibatkan lingkungan alam kita semakin rusak. Kadar air kurang, tak ada pohon, banyak bencana alam, rasanya sudah merupakan hal-hal yang akan kita hadapi 100 tahun ke depan. Yah, mungkin saat itu kita sudah tidak ada di dunia ini lagi. Tapi, apa itu artinya kita hanya dapat berdiam diri saja? Generasi kita masih akan terus melanjutkan hidup walaupun kita telah tiada. Bersiap diri untuk 100 tahun yang akan datang rasanya bukanlah hal yang buruk dan sia-sia belaka.

Harsuadi Prastya mengatakan...

Nama : Harsuadi P.T.
Kelas : XII IPA 7
No : 17
Wacana 2

Dalam membuat soal UTS dan UAS, guru memang harus menguasai keterampilan membuat soal karena soal tersebut akan menentukan tingkat kecerdasan siswa dalam mempersiapkan bahan yang akan diujikan.
Tingkat kesulitan soal yang mudah, sedang, dan sulit memang sering kita temui dalam suatu ujian. Berdasarkan pengalaman saya, baik pilihan ganda dan essay, jumlah soal yang sulit biasanya dibuat dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan soal sedang dan mudah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah siswa yang tidak tuntas atau lulus karena seperti yang kita ketahui bahwa tidak banyak siswa yang dapat menjawab soal yang tergolong sulit.
Soal pilihan ganda memang sangat sering dilakukan pada masa ini karena cepat dalam pemeriksaannya. Tetapi seperti yang kita ketahui bahwa saat ulangan harian, guru biasanya lebih sering memberikan soal dengan tipe essay. Ini membuktikan bahwa soal saat UTS dan UAS lebih cenderung dibuat dalam bentuk pilihan ganda adalah hal yang wajar. Dengan demikian, baik ulangan bertipe essay maupun pilihan ganda dapat kita kuasai dengan baik.
Dalam tingkat kemudahannya, saya rasa keduanya memiliki posisi yang sama. Hal ini dikarenakan soal essay dapat dengan mudah diprediksi. Namun, pada soal pilihan ganda seringkali kita terkecoh oleh jawaban yang hampir sama walaupun kita bermaksud untuk mengisi jawaban yang benar. Soal pilihan ganda juga tidak dapat diperkirakan oleh siswa karena jangkauannya yang sangat luas dan belum tentu dapat diingat seluruhnya oleh kebanyakan siswa. Dan bila siswa melakukan metode hitung kancing pada soal pilihan ganda, saya rasa persentase jawabannya benar hanya sekitar 20%. Namun pada tipe essay, siswa akan mendapat skor walaupun jawabannya salah sebagai upah menulis.
Jadi, soal pilihan ganda dan essay memiliki peran yang sama dalam perkembangan siswa baik dalam menalarkan dan melakukan analisis dari beberapa pilihan.

Wacana 3

Saya setuju terhadap pernyataan pada wacana ini. Tidak dapat diungkiri bahwa manusia sekarang lebih mudah terpengaruh oleh globalisasi. Kemajuan teknologi dari 100 tahun yang lalu merupakan perubahan yang positif bagi kehidupan manusia. Namun, semua perkembangan itu hanya bersifat memudahkan dan memajukan kehidupan manusia.
Teknologi yang semakin maju itu akan berdampak berlawanan dengan keadaan alam yang semakin menurun. Manusia yang cenderung menginginkan kemudahaan hanya bagi dirinya sendiri berjumlah sangat banyak jika dibandingkan dengan manusia yang memiliki kepedulian yang tinggi akan pentingnya alam bagi kelangsungan hidup manusia. Kerusakan lingkunan yang terus terjadi hingga saat ini, tidak menutup kemungkinan bahwa 100 tahun yang akan datang, bumi akan terancam bahaya.
Hingga saat ini, masyarakat yang melestarikan alam masih sangat minimum. Untuk menyelamatkan bumi, diperlukan kesadaran banyak manusia untuk melestarikan alam seimbang dengan teknologi yang ada. Dengan berkembangnya teknologi untuk mempermudah manusia, sebaiknya diimbangi dengan perkembangan teknologi untuk melakukan daur ulang dan pelestarian alam. Pemerataan teknologi tersebut juga harus dilakukan di semua negara baik negara maju dan negara berkembang.
Jadi, kemajuan teknologi seharusnya juga dimanfaatkan bersama untuk melestarikan alam yang terus mengalami kerusakan agar kelangsungan hidup manusia di bumi pada 100 tahun yang akan datang tetap terjaga.

Reynaldo mengatakan...

Reynaldo Farera
No. absen :33

Wacana 4
Saya menanggapi bahwa penerapan peraturan yang setengah hati menimbulkan kerancuan yang sangat mendasar yaitu aturan yang tidak jelas, atau sengaja tidak dijelaskan. Bukan hanya karena memang secara sengaja tidak diaati tetapi juga disebabkan karena peraturanya yang tidak cocok dengan situasinya. Masalah yang sangat kronis di Indonesia. Begitu banyak dampak yang tercipta seperti memulai usaha yang dibuat sulit hingga kestabilan ekonomi yang diakibatkan oleh penerapan peraturan. Dengan adanya peraturan-peraturan yang tidak jelas, mengajarkan kita untuk lebih pintar dalam menyiasati setiap peraturan yang ada. Atur-atur sajalah setiap tindakan kita agar tetap bertahan dalam kondisi peraturan yang setengah hati.

Wacana 5
Menurut saya perdebatan ini muncul karena ada satu hal yang dilupakan, yaitu unsur keserakahan manusia terhadap kebaikan yang mungkin bisa mereka peroleh dengan sarana yang mereka miliki akan tetapi saya akan berusaha mengutarakan sanggahan pendapat yang saya pikir sangat relevan terhadap kehidupan di negara Indonesia yang terkenal dengan "pluralitas" yang dimiliki, baik dalam hal apapun.

Pertama, semua agama manapun pastilah mengajarkan kebaikan. Dengan kata lain keimanan terhadap agama manapun pastilah mendapat pahala yang sama dari Tuhan.

Kedua, kepercayaan terhadap suatu agama merupakan hak setiap orang maka sangatlah tidak mungkin untuk mengatakan bahwa "apakah keimanan kepada satu agama yang benar adalah sebagai prasyarat untuk memperoleh pahala disisi Tuhan?".Sangat tidak mungkin untuk dapat menghakimi agama yang paling benar karena tanggapan-tanggapan setiap orang sangat berbeda satu sama lain sehingga harus dapat dicakup secara umum bahwa setiap kebaikan pasti mendapat pahala dari Tuhan.

Ditambah lagi, Tuhan dikenal sebagai Yang Maha Penyayang,Yang Maha Esa, dan lain-lain sehingga jika dilihat secara harafiah maka dapat ditarik maknanya yaitu setiap tindakan yang dianggap baik oleh Tuhan pasti akan mendapatkan pahala disisi Tuhan.

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi Tuhan untuk menolak amalan baik dari seseorang dan menolaknya dari orang yang lain karena Tuhan Maha Adil.

Marcella Cloudia Sitompul mengatakan...

Nama : Marcella Cloudia Sitompul
Kelas : XII IPA 7
No. : 23

Wacana 3

Menurut pendapat saya,kemajuan teknologi memang bergerak secara dinamis dan amat berpotensi menjadikan seisi dunia berubah. Seperti berbagai keadaan yang telah ditampilkan pada wacana yang sedang kita bahas, bentuk fisik yang merupakan komponen-komponen yang terdapat di dalam dunia berubah secara cepat. Misalnya, mobil-mobil, rumah-rumah, bangunan-bangunan, pemakaian obat-obatan, gaya hidup bahkan termasuk usia harapan hidup manusia.
Namun, saya menyangkal kebenaran beberapa informasi yang disajikan di dalam wacana ini. Di dalam wacana ini dikatakan bahwa flu merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama kematian. Saya rasa informasi ini kurang tepat. Memang tidak menutup kemungkinan apabila flu menyebabkan kematian tetapi saya rasa ada jenis flu tertentu yang berperan sebagai dalam kematian.
Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari alamat website newspaper.pikiran-rakyat.com dikatakan bahwa flu terdiri dari bermacam jenis. Di dalam website itu dikatakan bahwa flu jenis influenza hanya membutuhkan masa inkubasi selama 2 hari, selebihnya flu dapat disembuhkan dengan istirahat yang cukup dan banyak meminum air putih. Dari pernyataan itu kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua jenis flu menyebabkan kematian. Lebih tepatnya jenis flu yang menyebabkan kematian adalah flu burung, flu babi yang disebabkan oleh virus H1N1, atau flu Singapura disebabkan virus Coxaki A17 atau beberapa virus lainnya yang masuk pada kelompok poli virus.
Di samping itu juga terdapat kejanggalan pada kalimat akhir yang terdapat pada paragraf penutup. Dari kalimat itu dapat disimpulkan bahwa pengarang berasumsi pada tahun 2109 nanti, usia harapan hidup manusia akan kembali lagi ke angka 47. Hal itu disebabkan oleh berkurangnya air di muka bumi sebagai akibat kerusakan lingkungan.
Menurut saya, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini sungguh tidak berpengaruh dengan hal berkurangnya air di muka bumi. Berdasarkan fakta-fakta yang saya baca di beberapa buku yang beritanya dapat dipercaya seperti National Geography dan Global Warming for Beginner, saya memperoleh beberapa informasi tentang lingkungan. Salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan yang berlangsung saat ini adalah pemanasan global.
Pemanasan global tidak menyebabkan asupan air berkurang, justru proses ini menyebabkan bertambahnya volume air karena es kutub mencair akibat adanya pembakaran bahan bakar fosil yang berlebih. Cairan kutub es itulah yang menyebabkan kenaikan air laut, gelombang air pasang, banyak pulau tenggelam, badai, kenaikan suhu yang ekstrem, dan banjir. Maka itu, dapat kita simpulkan bahwa terdesaknya harapan hidup manusia yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan bukan karena pasokan air berkurang melainkan karena pasokan air yang berlebihan.

Marcella Cloudia Sitompul mengatakan...

Nama : Marcella Cloudia Sitompul
Kelas: XII IPA 7
No. : 23


Wacana 4

Setelah membaca dan memahami wacana ini secara keseluruhan, saya sependapat kepada sang penulis. Saya sepaham bahwa peraturan-peraturan atau kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang semata-mata hanya menjadi slogan. Seperti pada baleho iklan rokok yang di bagian atas lebar tergambar iklan rokok sedangkan di bawahnya tertera peringatan bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan seterusnya.
Tidak hanya sebatas itu, realita keprihatinan ini juga terjadi pada kebijakan yang mengatur kecepatan dalam mengendara. Batas kecepatan 90 km/jam yang dijadikan sebagai batas maksimum mengemudi hanyalah sebuah peraturan yang tercipta untuk dilanggar. Melihat keadaan demikian, rasanya peraturan hanyalah sebuah kebijakan basa-basi yang tidak diindahkan oleh komunitas di mana dia dilahirkan.
Mungkin ada situasi atau keadaan yang membuat pemenuhan aturan atau kebijakan itu tidak berjalan efisien. Namun, apabila ketidakefisienan itu terus berkelanjutan, saya rasa sebaiknya peraturan atau kebijakan itu lebih baik segera dicabut dan diganti dengan kebijakan baru yang benar-benar hasil pemikiran matang yang dapat menjadi solusi.
Seperti yang tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945, kita wajib mengusahakan
kesejahteraan umum. Tanpa kita sadari, kita berperan sebagai individu bangsa yang mau mampu mengusahakan kesejahteraan umum saat kita menghargai dan melakukan peraturan atau kebijakan yang ada.
Tidak hanya di bidang lalu lintas, pentingnya peraturan juga berlaku di kalangan para petani, pengusaha, dan sebagainya. Terkadang ditemukan peraturan yang tidak jelas dan menimbulkan kendala akibat masalah perizinan yang panjang. Bukan peraturannya yang bersalah, melainkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan liciklah yang menjerat kita di dalam situasi kelam.
Sebagai korban akibat ketidakjelasan peraturan, banyak pengusaha yang mengalami kerugian. Maka itu, tidak jarang ditemui para pengusaha yang lebih memilih deposito demi menjauhi resiko. Keadaan ini memang sangat menguntungkan kebijakan moneter karena dapat menstabilkan nilai mata uang rupiah. Tapi berbeda dengan nasib para petani, mereka mengalami kesusahan export karena kenaikan harga pasar luar negeri.
Dari realita di atas dapat kita lihat berbagai kelompok masyarakat yang menjadi korban karena tidak jelasnya peraturan yang dibuat. Menurut saya, sudah seharusnya pemerintah dengan tegas bergerak memperjelas dan memperbaiki peraturan-peraturan atau kebijakan-kebijakan yang ada. Sudah seharusnya juga pihak berwenang memikirkan hal-hal penting dalam pembuatan peraturan-peraturan atau kebijakan-kebijakan agar tidak hanya sekedar menjadi slogan.

Wigati Cahyaningsih mengatakan...

Nama: Wigati Cahyaningsih
Kelas: XII IPA 7
Absen: 41

Wacana 1
Pada wacana ini, saya tidak setuju dengan pendapat penulis. Menurut saya, Qory Sandrioriva tidak bisa langsung dicap bersalah hanya karena melepaskan jilbab. Dari info-info yang didapat, Qory dari dulu memang tidak memakai jilbab. Selain itu, Qory telah meminta izin pada pemerintah Nangroe Aceh Darussalam untuk melepas jilbab demi mengikuti kontes Puteri Indonesia. Jadi, masalah melepaskan jilbab tidak perlu dibesar-besarkan. Selain itu, kepribadian yang luhur itu ditentukan dari brain (otak) dan behavior (perilaku), artinya, tidak harus memakai jilbab, tapi tetap harus menunjukkan kepribadian luhur di dalam Islam tersebut, jadi yang dijilbabi adalah hati dan kepribadian. Kita pun juga tidak mengetahui apa tujuan Qory melepaskan jilbab dalam kontes tersebut. Wajar-wajar saja bila alasannya untuk menang dan mendapatkan materi. Namun, Qory tidak bisa langsung dijadikan korban budaya kapitalis, hanya karena dia rela mengorbankan ajaran agama yang luhur sifatnya, dan menukarnya dengan sesuatu yang bersifat materi. Mungkin saja Qory merasa pesimis dan gagal bila memakai jilbab. Sehingga dengan restu dari kedua orang tuanya, Qory berani mengikuti kontes tersebut tanpa memakai jilbab. Selain itu, kita juga tidak mengetahui untuk apa hasil kerja keras Qory tersebut. Mungkin saja guna membiayai pendidikan selanjutnya. Atau Qory memang berbakat di dunia entertainment. Kita seharusnya mendukung Qory untuk menyalurkan bakatnya dan menjadikannya sebagai wakil dari Indonesia, bukan malah menghinanya. Memang salah jika melepaskan jilbab. Sebaiknya Qory memakai jilbab guna menunjukkan ciri khas budaya Nangroe Aceh Darussalam. Keputusan seseorang memakai dan melepas jilbab adalah urusan masing-masing. Atas bentuk kepedulian, kita boleh memberi saran, tetapi tetap tidak bisa memaksa, mewajibkan, apalagi sampai menghakimi dan melecehkan.


Wacana 5
Pada wacana ini, saya setuju dengan pendapat kaum intelektual bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan umat manusia karena semua manusia itu sama. Sehingga Tuhan tidak harus menolak perbuatan baik manusia hanya karena manusia tersebut tidak mengikuti agama dengan benar. Semua orang tentunya tidak pernah sempurna, pasti memiliki kesalahan, karena hanya Tuhan lah yang sempurna. Tuhan itu Maha Pengasih, Penyayang dan Maha Adil, tentunya Tuhan akan mengampuni kesalahan umatnya dan menerima perbuatan baik umatnya tersebut. Agama pun juga mengajarkan bahwa semua manusia itu kedudukannya sama. Selain itu, saya setuju bahwa kebaikan dan keburukan itu hakikatnya ada pada perbuatan tersebut. Tuhan hanya mengajarkan perbuatan yang baik. Namun, manusialah yang menambah dan membuat perintah yang aneh-aneh. Sehingga, membuat sesuatu hal yang kecil menjadi besar. Kita tidak boleh menghakimi sesama manusia hanya karena tidak menjalankan agama dengan benar. Semuanya didasarkan atas hati nurani masing-masing.

J for Juanda mengatakan...

Nama : Juhanda Saputra
No absen : 21

Wacana 3
Di era globalisasi saat ini, memang benar bahwa perubahan yang terjadi pada suatu negara akan segera mengglobal atau menyebar ke negara-negara lainnya. Seperti pernyataan yang tersebut yang menyatakan bahwa, teknologi terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Contohnya kendaraan, baik dari segi visual maupun energinya. Di samping itu kemajuan zaman juga membawa dampak bagi kehidupan manusia. Seperti yang tercatat, usia kehidupan manusia pada 1909 hanya berkisar 47 tahun. Hal ini dikarenakan faktor penyakit di mana pada tahun tersebut masih sangat jarang dan sulit untuk menemukan obat-obatan bahkan banyak juga penyakit-penyakit yang belum teridentifikasi, sehingga menyebabkan angka mortalitas lebih mendominasi dari natalitas pada zaman tersebut. Untuk itu, jika dikatakan bahwa 100 tahun ke depan angka kehidupan manusia akan kembali menjadi kisaran 47 tahun, saya tidak sependapat. Karena perubahan zaman itu diikuti dengan adanya perkembangan baik dari segi teknologi maupun cara penghidupan. Dan perkembangan itu membawa suatu negara menuju era yang lebih maju, dan dengan itu tidak mungkin lagi apabila usia harapan hidup manusia akan kembali ke angka 47 pada tahun 2109. Dan mengenai berkurangnya air di muka bumi akibat kerusakan lingkungan, saya rasa hal itu tidak mungkin karena adanya siklus air. Dan apabila mungkin, kuantitas air di muka bumi akan semakin meningkat bukan semakin menurun yang dikarenakan adanya pemanasan global, yang menyebabkan peningkatan temperatur atau suhu bumi.

J for Juanda mengatakan...

Nama : Juhanda Saputra
No Absen : 21

Wacana 4
Saya setuju dengan pernyataan yang menyatakan bahwa peraturan hanya menjadi slogan, bukan hanya karena memang sengaja tidak ditaati tetapi juga disebabkan karena peraturannya tidak cocok dengan situasi. Ada baiknya peraturan yang dibuat pemerintah bersifat fleksibel, sehingga tidak ditemukan adanya kesalah pada pemahaman atau pun tindakan. Di lain hal pengusaha yang malas mengambangkan usahanya akan memperlambat perkembangan dunia ekonomi. Walaupun kondisi ini dianggap menguntungkan kebijakan moneter pemerintah, sebaiknya pengusaha harus lebih menyadari pentingnya mengembangkan usahanya. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kuantitas penganggur dan kualitas perekonomian Indonesia. Mengenai kebijakan penetapan keuangan yang menghambat sektor riel hendaknya pemerintah tidak melakukan hal itu, karena akan berimbas pada kemampuan daya beli masyarakat. Dan juga, pemerintah harus menangani problem kronis dalam usaha Indonesia, yaitu sulitnya menciptakan lapangan kerja dan sulitnya berhitung karena aturan yang tidak jelas, atau sengaja tidak dijelaskan. Selain itu, dalam meghadapi suatu problem, hendaknya kita sebagai manusia yang intelek memiliki kesadaran maupun kedisipilinan yang baik, jadi "Atur-atur Sajalah".

Maria Veronica mengatakan...

wacana 3:

Saya setuju dengan wacana ini. karena begitu banyak hal yang menibulkan masalah bagi kehidupan ini. seperti dapat kita lihat, banyak obat- obatan terlarang yang dipakai sebagian besar kalangan remaja. padahal tanpa kita sadari, untuk kedepan, dunia ini akan mendapat efek yang begitu besar karena sikap- sikap anak bangsa yang begitu tidak memperdulikan. yang pasti untuk 100 tahun kedepan, tidak hanya akan terjadi kejadian yang terjadi dimasa lampau. Namun dapat terjadi hala yang jauh lebih mengenaskan. Untuk usia 34tahun, cukup memungkinkan terjadi mengingat begitu banyak hal negatif yang ada di dunia ini. Seharusnya anak muda sekarang lebih digerakkan ke hal- hal yang dapat membangun bumi kita lebih baik. Saya sangat setuju dengan organisasi yang bergerak dalam bidang penghijauan. Mungkin hal ini cukup membantu dalam penghijauan di mika bumi ini.

Wacana 4:
Saya sependapat dengan wacana tersebut. Karena sangat banyak rambu- rambu yang bahkan tidak memdapat tempat untuk diperatikan oleh aparat pemerintahan di zaman sekarang. seperti ada dicontoh, seperti rambu- rambu yang ada dijalan tol. Apa gunanya, toh dijalankan atau tidaknya, tidak mendapat tindakan lanjut dari yang bersangkutan. seharusnya pemerintah bersikap lebih tegas. Jika memang hal ini terdapat dalam peraturan resmi, maka buatlah suatu forum untuk terlibat aktif dalam hal tersebut.

Margareta Paulina Fariadi mengatakan...

Margareta Paulina Fariadi
XII IPA 7 / 24

Wacana 3
Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005).
Saya tidak setuju dengan wacana 3. Menurut saya globalisasi tidak selalu membawa dampak yang negatif. Globalisasi menurut saya adalah pedoman. Banyak pula dampak-dampak positif yang dapat kita manfaatkan dari globalisasi. Lagipula, apa yang akan terjadi pada dunia ini jika kita tidak ada globalisasi? Saya rasa dengan adanya globalisasi, orang-orang bisa menjadi kreatif dan inovatif.
Jika perubahan bentuk mobil, menurut saya itu hal yang baik. Karena setiap orang bisa mendisign bentuk-bentuk mobil yang semakin tahun semakin maju saja.
Orang-orang juga bisa menggunakan teknologi yang sekarang sudah maju pesat dibandingkan dengan dulu. Jika dulu orang-orang kebanyakan melahirkan di rumah masing-masing, sekarang mereka bisa menggunakan fasilitas rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter yang sudah terjamin pendidikannya.
Jika zaman dulu, lima penyebab utama kematian adalah : Pneumonia dan Flu, TBC, Diarrhea, Penyakit Jantung dan Stroke. Setidaknya sekarang flu, TBC dan penyakit lainnya yang dulu belum bisa ditemukan obatnya, karena era globalisasi ini, sudah banyak obat yang bisa ditemukan untuk penyakit-penyakit yang mematikan di zaman beberapa puluh tahun lalu itu.

Margareta Paulina Fariadi mengatakan...

Wacana 4
Saya tidak sependapat dengan wacana ini.
Jika diluar negeri ditentukan kecepatan minimum maka kendaraan bisa seenaknya saja memaksimalkan kecepatan kendaraan mereka. Hal seperti itu akan semakin banyak membuat peluang kecelakaan terjadi.
Jika di Indonesia, ditentukan kecepatan maksimum yang harus dipatuhi, itu dilakukan agar bisa meminimalkan angka kecelakaan di jalan raya.
Walaupun di Indonesia banyak yang tidak mematuhi peraturan, setidaknya masih banyak juga yang mematuhi peraturan tersebut.
Saya yakin, di Amerika pun juga masih ada yang melanggar peraturan tersebut.
Untuk di bidang usaha, itu kembali kepada diri masing-masing pribadi. Jika mereka memang malas, apa mau dikata? Toh kita tidak bisa memaksa orang untuk merubah pribadi mereka masing-masing.
Kita hanya bisa menasehati mereka agar mereka setidaknya mau berusaha untuk membuka usaha masing-masing.
Kalau tentang rokok, pemerintah tidak bisa seenaknya saja menutup pabrik rokok tersebut. Karena, jika ditutup, akan berapa banyak lagi pengangguran di Indonesia ini bertambah?
Maka dari itu, Pemerintah hanya bisa menuliskan resiko-resiko akibat merokok. Setidaknya bisa mengurangi perokok yang takut dengan resiko yang telah dituliskan tersebut.

Prima Yulisa mengatakan...

Prima Yulisa
31

Wacana 4 :
Saya setuju dengan apa yang ditulis dalam wacana empat “atur – atur sajalah” karena menurut saya banyak sekali peraturan yang dibuat itu diabaikan, hanya dianggap sepele oleh masyarakat sekitar. Misalnya saja melalui pengalaman saya pribadi, pada waktu itu saya sedang makan bersama keluarga saya di salah satu restoran di Palembang, di restoran itu jelas terlihat bahwa Dilarang Merokok, tetapi tetap saja ada bapak – bapak yang merokok. Mereka yang merokok itu jelas sekali terlihat bahwa mereka kurang peka terhadap keadaan sekitar mereka, padahal ruangan itu ber AC. Selain itu pelanggaran terjadi paling banyak di jalan, banyak pengendara motor maupun mobil yang belum berusia 17 tahun tetapi tetap nekat untuk mengendarai motor atau mobil tersebut. Mereka pun hanya “menembak” SIM dengan bantuan aparat kepolisian. Maka dari itu bila ingin tercipta bangsa Indonesia yang taat kepada peraturan maka masyarakat Indonesia haruslah sadar dan peka terhadap peraturan yang telah dibuat. Kedisiplinan juga diperlukan dalam membentuk Negara yang taat kepada peraturan.


Wacana 5 :

Saya kurang setuju dengan apa yang ditulis dalam wacana 5 “Mereka yang disebut kaum intelektual” karena menurut saya Tuhan itu tidak pilih kasih terhadap umat-Nya, apakah itu orang yang kaya atau miskin? Apakah itu orang yang tinggi atau pendek? Apakah itu orang yang cantik atau jelek? Tuhan itu Maha Adil, Ia akan membagi kan secara rata Kasih-Nya kepada semua orang, tidak membeda – bedakan dari segi ekonomi, social, budaya. Yang penting orangitu taatberibadah dan sering beramal, maka niscaya Tuhan akan memberkati mereka. Lalusemua tindakan itu harus didasari dengan keikhlasan, bila kita tidak melakukannya dengan ikhlas maka semua akan percuma, walaupun kita menyumbangkan 1 M pun untuk korban bencana, tidak akan berpahala bila dilakukan dengan terpaksa atau hanya untuk keren – kerenan saja.


____________________________________________________________________

Yohanes Liu Putra mengatakan...

Nama : Yohanes Liu Putra
No Absen : 43

Wacana 1:

Saya tidak setuju dengan apa yang disampaikan oleh penulis karena Qory melepas busana muslimahnya demi mendapat gelar Putri Indonesia 2009 adalah sangat pantas. Gelar Putri Indonesia 2009 adalah suatu kebanggaan mungkin bisa dikatakan besar karena tidak semua wanita Indonesia mendapatkannya. Menurut sayapun Qory bukanlah korban dari segalanya karena korban adalah seseorang yang idak tahu apa-apa yang sangat berkebalikan dari dalam diri Qory karena sayapun yakin bahwa Qory dapat mengikuti dan akhirnya menang dalam Pemilihan Putri Indonesia merupakan suatu keinginan karena tanpa keinginan yang kuat tidak akan mendapat gelar tersebut. Gelar tersebut juga tidak hanya didapat dengan keinginan dan yang diutamakan oleh penulis “melepas busana muslimahnya”, melainkan harus mencukupi kriteria dari pemilihan yaitu pintar, cerdas, berpenampilan menarik, mempunyai kepribadian yang baik, dan lain-lain. Lagipula Qory melepaskan busana muslimnya bukan berarti tidak menjalankan agama, Qory masih tetap menjalankan rutinitas agamanya. Memang dalam memenangkan Putri Indonesia 2009, Qory akan mengeluarkan banyak uang tetapi hasil yang di dapatpun juga bermanfaat karena Qory dapat membawa nama Indonesia ke dunia Internasional. Saya juga tidak setuju anda mengatakan bahwa dengan menjadi Putri Indonesia dapat menjadi bintang iklan, artis, bintang film, karena tujuan seorang wanita menjadi Putri Indonesia adalah bukan hanya menjadi bintang iklan, artis bintang film saja masih banyak tugas yang harus dipikul oleh sang Putri, mungkin bagi Putri Indonesia menjadi bintang iklan, artis, bintang film merupakan suatu selingan pekerjaan yang tidak harus dilakukan. Jika memang ingin menjadi artis dan sebagainya mengapa tidak langsung mengajukan diri ke agensi dunia perfilman saja jadi tidak perlu repot-repot melewati berbagai tahap menjadi Putri Indonesia seperti karantina, tes jaringan, dan lain-lain. Dan juga seperti yang anda katakan jika memang ada saudara atau kerabat saya melakukan seprti Qory lakukan saya akan menjadi orang pertama yang mendukun dan bangga karenanya.



Wacana 5:

Meunurut saya, Orang-orang intelektual biasanya memang memandang sesuatu hal hanya dari sisi pembelajaran. Dimana mereka mengetahui sesuatu itu dari bahan bacaan dan dari sumber manapun. Termasuk tentang keagamaan. Sebenarnya dalam setiap agama,seluruh ajaran yang diajarkan adalah baik,benar,berbudi,dan,membantu kita mendekatkan diri kepada tuhan. Ajaran yang dilakukan adalah baik dan berguna bagi kita. Lihat saja tidak ada agama yang mengajarkan kita untuk mencuri,merampok,membunuh,memperkosa. Bila ada dapat dipastikan itu semua adalah Jalan Sesat. Sama seperti yang tertulis pada wacana ini dikatakan bahwa : "Orang yang berbuat baik pasti mendapatkan pahala". Sepertinya sangat singkat kita mengatakan ya dengan kalimat ini karena yang menentukan semuanya itu adalah Allah. Namun saya akan mengeluarkan sedikit pendapat saya tentang statment yang ada. Teroris dan seseorang yang bukan teroris justru berbeda pemikirannya. Mereka menganggap orang barat membawa dampak buruk bagi mereka dan masyarakat. Mereka menganggap orang barat yang memperkenalkan budaya mereka adalah orang yang mesum,rendah akhlaknya dan sebagainya. Hingga mereka merasa perlu untuk menghapus semua yang dibuat oleh orang barat dengan membunuh mereka. Hingga mereka takut untuk datang kesini lagi dan tidak akan memperkenalkan budaya mereka yang sering disebut budaya "Open".
Menurut mereka hal itu baik dan mereka melakukan perbuatan yang baik. Perbuatan yang dapat menolong masyarakat bebas agar akhlaknya tidak menjadi bobrok. Namun samakah dengan pemikiran masyarakat biasa? Tentu saja tidak. Hal ini dianggap tidak waras,tidak wajar. Karena apapun alasan mereka,mereka telah membunuh masyarakat luas yang sebenarnya perbuatan itu tidak disukai oleh Allah.

Erwin Oktavian mengatakan...

NAMA : ERWIN OKTAVIAN
KELAS : XII IPA 7
NO.ABSEN: 10

Sanggahan pendapat wacana 2

Menurut saya, memang benar bahwa tidaklah mudah membuat soal-soal evaluasi yang digunakan sebagai instrument punguji (tes) kemampuan siswa. Namun, mutu pendidikan bukan hanya dinilai dari apakah seorang guru mampu membuat soal-soal evaluasi itu. Saya kira semakin baik kualitas pembelajaran yang diampunya tidak hanya dilihat dari semakin baik atau tidak seorang guru membuat soal-soal evaluasi. Kualitas pembelajaran sebenarnya dapat diukur pada saat Kegiatan Pembelajaran berlangsung di mana seorang guru menjelaskan materi kepada siswa-siswanya. Apabila mereka mengerti dan paham apa yang disampaikan maka kualitas pembelajaran pun tidak diragukan lagi.
Kemudian dalam membuat soal-soal evaluasi yang berbentuk pilihan ganda tidaklah menjadi suatu lambang bahwa seorang guru itu tidak pandai. Guru pun harus mempunyai kreatifitas dalam menyikapi hal tersebut. Semestinya guru-guru sekarang mampu berkompeten dengan zaman globalisasi ini yang semuanya dipermudah. Guru tidak harus membuat soal dalam bentuk pilihan ganda atau essay. Mungkin para guru perlu membuat soal-soal evaluasi dalam bentuk lain. Sehingga essay bukanlah menjadi satu-satunya bentuk soal yang mengukur tolak ukur siswa itu.


Sanggahan pendapat wacana 3

Menurut saya, wacana tersebut sangat memungkinkan sekali. Sebab, semakin tahun semakin banyak yang menggunakan mesin-mesin yang dianggap mampu memudahkan berbagai pekerjaan. Sebagai akibat negatif dari hasil kerja mesin-mesin lapisan atmosfer pun menjadi tipis. Mungkin ini yang akan menyebabkan sinar dari matahari yang tidak disaring yang kemudian mengurangkan air di lingkungan.
Pendek kata tidak perlu 100 tahun lagi. Kurang dari 100 tahun kita dapat melihat hasil yang sangat mengejutkan mengenai keadaan bumi ini. Kita tidak dapat menghilangkan global warming hanya dapat mengurangi.

Aa'N mengatakan...

Nama : Anthony ali
Kelas : XIIP7
No : 02

wacana 1: Jangan Salahkan Qory Sandrioriva, Dia Hanyalah Korban...

Menurut saya, penulis wacana 1 berpikiran terlalu sempit. walaupun pada awal wacananya, ia menimbulkan kesan seolah - olah orang lain-lah yang menyalahkan Qory. pada tanggapannya yang pertama, ia memberikan pernyataan tentang banyaknya orang yang lebih memilih profesi artis atau penyanyi, dan lainnya daripada guru atau peneliti. dengan tingginya biaya kebutuhan hidup saat ini, saya rasa sangatlah wajar jika sebagai manusia, kita menginginkan kehidupan yang baik dan mapan yang sepertinya sulit diwujudkan dengan profesi guru. Apakah dapat dipastikan profesi guru adalah profesi mulia? Bukankan ada oknum yang disebut berprofesi mulia itu justru melakukan hal yang tidak mulia?
Pada pernyataannya yang kedua, ia mengatakan bahwa orang yang membela atau cuek terhadap sikap Qory adalah korban kapitalisme. menurut saya, sikap cuek terkadang diperlukan karena itu lebih baik daripada sikap penulis yang terlalu mencampuri urusan orang bahkan urusan pribadi. bukankah masalah itu adalah masalah dirinya dengan keyakinannya sendiri?
Masalah kedatangan Miyabi ke indonesia. Apakah dengan tidak mengundang Miyabi, sakit hati orang tuanya akan berkurang? siapa tahu, orangtuanya bahkan tidak perduli sama sekali terhadap apa yang Miyabi lakukan.
terakhir, mengenai pakaian muslim. bukankan hal itupun bergantung pada dirinya sendiri, apakah ia siap berpakaian muslim atau tidak. Apakah anda dapat menjamin orang yang berpakaian muslim patuh terhadap segala perintahNya? bukankah banyak pakaian muslim yang hanya digunakan sebagai "topeng" untuk menutupi perbuatan buruknya? Sebagai contoh, banyak teroris yang mengenakan pakaian muslim. apakah mereka taat dan patuh terhadap perintahNya?


Wacana 2: Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi

setelah saya membaca wacana kedua tersebut,saya setuju. Karena disadari maupun tidak, dewasa ini kemampuan bernalar dan menganalisa suatu persoalan sangatlah dibutuhkan. maka dari itu, seorang guru haruslah mulai memberikan soal-soal essay secara bertahap, mulai dari soal yang tergolong mudah, sampai soal yang sulit. Dengan demikian, guru dapat dengan mudah mengetahui siswa yang pandai dan siswa yang lemah yang membutuh tindakan khusus, selain itu, guru juga dapat mengukur keberhasilannya dalam mengajar.
Pada dasarnya, kemajuan teknologi itu sangat baik dan membantu. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut sebaik-baiknya. Jangan sampai kemanjuan teknologi itu malah "membodohi" generasi penerus bangsa kita.

handi usman mengatakan...

Nama : Handi Usman
Kelas : XIIP7
No : 14


Wacana2
Menurut pendapat saya, saya setuju jika guru harus pandai dalam membuat soal evaluasi. Seiring dengan kemajuan zaman, anak-anak yang hidup dizaman sekarang ini pun harus pandai. Salah satu cara mengukur kepandaian merek yaitu melalui UTS(Ujian Tengah Semester) dan UAS( Ujian Akhir Semester). Soal-soal yang dibuat pun harus sesuai dengan standar Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi yang ditetapkan. Soal dengan tingkat kesulitan yang tinggi membuat siswa berpikir semaksimal mungkin dan siswa pun tertantang, serta membangkitkan semangat untuk mengerjakannya. Karena itu jika soal yang dibuat memiliki tingkat kesulitan yang rendah maka siswa akan malas berpikir dan menggap remeh pelajaran tersebut. Tetapi dalam pembuatan soal, seorang guru harus menyesuaikan tingkat kesulitan soal dengan kemampuan anak muridnya. Pembuatan soal multiple choice juga harus berbobot, sehingga siswa tidak asal-asalan kerja dan tetap berpikir.






Wacana 3
Saya setuju dengan wacana tersebut, karena menurut saya pada 100 tahun yang akan datang ini, dengan teknologi yang semakin berkembang, bumi ini semakin dipenuhi kerusakan yang disebabkan oleh manusia karena keserakahan dan kemajuan teknologi yang disalahgunakan. Hal ini dapat berakibat fatal bila tidak segera dicegah. Seperti yang kita ketahui dengan semakin bertambah majunya teknologi, jumlah kendaraan dan mesin lain yang dapat menyebabkan polusi udara semakin bertambah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan keadaan yang seperti ini usia harapan hidup manusia semakin pendek. Belum lagi ditambah kecelakaan kendaraan yang menelan korban jiwa, obat-obatan dan bahan makanan yang terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh, yang dapat memicu terjadinya kanker. Manusia sekarang ini tidak memikirkan efek samping dari kemajuan teknologi yang ada. Jadi pada 100 tahun yang akan datang mungkin saja usia harapan hidup manusia dapat kembali lagi seperti 100 tahun yang lalu.

handi usman mengatakan...

Nama : Handi Usman
Kelas : XIIP7
No : 14


Wacana2
Menurut pendapat saya, saya setuju jika guru harus pandai dalam membuat soal evaluasi. Seiring dengan kemajuan zaman, anak-anak yang hidup dizaman sekarang ini pun harus pandai. Salah satu cara mengukur kepandaian merek yaitu melalui UTS(Ujian Tengah Semester) dan UAS( Ujian Akhir Semester). Soal-soal yang dibuat pun harus sesuai dengan standar Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi yang ditetapkan. Soal dengan tingkat kesulitan yang tinggi membuat siswa berpikir semaksimal mungkin dan siswa pun tertantang, serta membangkitkan semangat untuk mengerjakannya. Karena itu jika soal yang dibuat memiliki tingkat kesulitan yang rendah maka siswa akan malas berpikir dan menggap remeh pelajaran tersebut. Tetapi dalam pembuatan soal, seorang guru harus menyesuaikan tingkat kesulitan soal dengan kemampuan anak muridnya. Pembuatan soal multiple choice juga harus berbobot, sehingga siswa tidak asal-asalan kerja dan tetap berpikir.






Wacana 3
Saya setuju dengan wacana tersebut, karena menurut saya pada 100 tahun yang akan datang ini, dengan teknologi yang semakin berkembang, bumi ini semakin dipenuhi kerusakan yang disebabkan oleh manusia karena keserakahan dan kemajuan teknologi yang disalahgunakan. Hal ini dapat berakibat fatal bila tidak segera dicegah. Seperti yang kita ketahui dengan semakin bertambah majunya teknologi, jumlah kendaraan dan mesin lain yang dapat menyebabkan polusi udara semakin bertambah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan keadaan yang seperti ini usia harapan hidup manusia semakin pendek. Belum lagi ditambah kecelakaan kendaraan yang menelan korban jiwa, obat-obatan dan bahan makanan yang terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh, yang dapat memicu terjadinya kanker. Manusia sekarang ini tidak memikirkan efek samping dari kemajuan teknologi yang ada. Jadi pada 100 tahun yang akan datang mungkin saja usia harapan hidup manusia dapat kembali lagi seperti 100 tahun yang lalu.

Raynaldi mengatakan...

Wacana 4

Saya sependapat dengan penulis bahwa peraturan di Indonesia banyak yang tidak berjalan dengan semestinya. Namun saya kurang setuju dengan peraturan yang mengenai jalan tol Karawaci bahwa peraturan dibuat tidak sesuai dengan situasi. Saya kira pelanggaran yang terjadi disana diakibatkan oleh pengendara yang melintasi jalan tersebut. Misalnya mereka berkendara terlalu lamban di gerbang masuk tol. Akibatnya kendaraan-kendaraan dibelakangnya pun otomatis menjadi pelan. Dari hal kecil itulah kemacetan terjadi sehingga kendaraan-kendaraan yang melintasi tol itu jadi tidak mencapai ketentuan kecepatan minimum. Pada kenyataannya pun jalan tol disana tak sekeriting yang diduga, sehingga kendaraan pun dapat mencapai kecepatan minimum yang disyaratkan.
Mengenai peraturan bagi kendaraan yang melewati kompleks militer, saya kira perbedaan antara di Amerika dengan Indonesia dikarenakan pandangan yang berbeda dari masing-masing negara. Kalau di Amerika, sarana dan prasarana militernya sangat canggih dan dirahasiakan, sehingga mereka curiga bahwa kendaraan yang terlalu pelan bermaksud mengintai teknologi mereka, atau semacamnya. Sedangkan di Indonesia, kaum militer merasa bahwa kendaraan yang ngebut itu karena ketakutan melihat tentara, sedangkan yang pelan berarti tak ada masalah apa-apa. Seperti yang sering orang Indonesia sering katakan bahwa "orang yang bersalah akan tampak gelisah, sedangkan yang yang tidak akan tampak tenang". Perbedaan kemajuan suatu negara telah membedakan mentalitasnya pula.
Mengenai rokok yang masih dijual walaupun tertera slogan tentang bahaya merokok, saya tak bisa berkomentar banyak. Itu tak lain tak bukan adalah mengenai uang. Rokok memang berbahaya, namun juga sebagai sumber pendapatan yang besar. Pemerintah pun dapat uang, mana mungkin menolak. Jadi setidaknya peraturan sudah menghimbau akan bahaya merokok. Tinggal kembali lagi kepada para perokok, karena mereka sendirilah yang bertanggungjawab akan hidupnya.
Mengenai masalah ekonomi Indonesia yang menguat dapat merugikan petani, saya kira itu tidak jauh beda dengan saat ekonomi lemah. Saat ekonomi Indonesia menguat, uang yang didapat dari ekspor luar negeri memang lebih kecil. Tapi bukankah harga barang-barang di Indonesia juga menurun. Jadi daya beli mereka pun tak akan menurun.
Mengenai pengusaha-pengusaha yang mapan, mengapa mereka harus dipidana? selama uang yang mereka miliki adalah hasil keringat sendiri.

Raynaldi mengatakan...

Wacana 5

Saya setuju dengan pendapat bahwa apapun agamanya tak membatasi diterima atau tidaknya pahala.
Mari kembali lagi ke masalah agama. Bagaimana kita bisa menganggap suatu agama benar atau salah? bukankah setiap orang tentunya membenarkan ajaran agamanya masing-masing? Lalu ajaran agama manakah pantas dibenarkan?
Untuk mengungkap itulah kaum intelektual berlomba-lomba menguak kebenaran setiap agama. Dan tentunya tak jarang pandangan mereka bertentangan dengan kaum pemuka agama.
Sehingga tak jarang ilmuwan zaman dahulu yang menjadi korban akibat fanatisme para pemeluk agama, walaupun lambat laun terkuak kenyataan bahwa para ilmuwan itulah yang benar. Misalnya Galileo yang diadili akibat konsepnya bahwa bumi itu bulat, bertentangan dengan ajaran gereja terdahulu.
Selain itu juga banyak aksi terorisme yang dilakukan dengan motif menjalankan Jihad sebagaimana diajarkan dalam Al'Quran.
Bila kita tarik kesimpulan, maka muncullah pertanyaan, "jadi, apakah ajaran-ajaran agama tersebut salah?"
Saya rasa "tidak". Lalu kenapa itu bisa terjadi?
Mari kita kembali tanyakan pada diri kita sendiri. Bila dipikir-pikir kembali, kita sadar bahwa ajaran agama hanyalah sebuah referensi, dan yang menjalankannya adalah kita, manusia. Segala pandangan mengenai baik atau buruk adalah melalui pandangan manusia.
Setiap agama mengajarkan kebaikan, hanya manusia saja yang terkadang salah dalam menafsirkan isi kitab sucinya. Bahasa dalam suatu kitab suci hanyalah suatu perumpamaan yang mengarah kepada ajakan kepada manusia untuk menjadi lebih baik, bukan untuk terlarut di dalam konteksnya.
Bagaimanapun, kitab suci merupakan tulisan tangan manusia yang hendak menyampaikan intisari ajaran Tuhan melalui berbagai perumpamaan.
Seringkali manusia justru terlalu terpaku pada "KONTEKS" kata-katanya, sehingga itulah yang mengakibatkan salah pengertian dalam memahami kitab suci. Itulah yang mengakibatkan munculnya berbagai aksi terorisme, perang agama, dan sebagainya. Manusia yang bersalah, bukan ajaran agama.
Ada pepatah bijak kuno, "KATA-KATA MENUNJUK PADA KEBENARAN, TAPI KEBENARAN TIDAK TERDAPAT DALAM KATA-KATA".
Intinya, Tuhan akan memberi pahala tanpa memilih-milih agama, karena pada dasarnya setiap agama menunjuk pada kerahiman Allah. Baik buruknya suatu perbuatan, atau bahkan ajaran agama, hanyalah sebatas pandangan manusia, tidak dimata Tuhan.